Advertorial

Hindari Kerumunan, Bupati Mojokerto Bagikan Bansos Dengan Metode Drive Thru

Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati saat membagikan bansos sembako kepada warga terdampak PPKM di Desa Ketapanrame, Kecamatan Trawas. [Foto: istimewa]

Mojokerto (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto terus berkomitmen meringankan beban ekonomi warga terdampak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), dengan memberikan bantuan sosial (bansos) sembako. Sebagai langkah menekan angka penularan Covid-19, bansos dibagikan dengan metode drive thru.

Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati sekaligus Ketua Satuan Gugus Tugas (Satgas) Covid-19 Kabupaten Mojokerto turun langsung melayani penyerahan bantuan sosial sembako dengan metode drive thru. Warga masyarakat penerima bantuan, tidak perlu repot turun dari kendaraan untuk mengambil.

Pembagian bansos kepada warga terdampak PPKM akan langsung dilayani Bupati perempuan pertama di Kabupaten Mojokerto satu per satu warga. Hal tersebut demi menekan risiko penularan Covid-19 karena pembagian bansos sembako yang memicu terjadinya berkerumunan.

Secara kontinyu, penyerahan bansos juga selalu disertai dengan seruan disiplin protokol kesehatan. Bupati menyebut masker sebagai bagian dari pakaian wajib saat ini. Masker menjadi item paling penting sebagai perisai diri dari penularan virus Covid-19 yang saat ini menjadi pandemi.

Penekanan ini disampaikan bupati saat membagikan bantuan sembako, kepada 195 warga Desa Ketapanrame, Kecamatan Trawas. “Jadikan masker sebagai bagian pakaian wajib kita saat ini. Masker ini luar biasa manfaatnya, ini pelindung utama. Angka pertambahan kasus Covid-19 di Kabupaten Mojokerto, masih pada angka minimal 100 orang,” ungkapnya, Sabtu (7/8/2021).

Saat ini ada 1.000 pasien dirawat di sejumlah rumah sakit di Kabupaten Mojokerto, tegas Bupati, kapasitas bed yang ada jumlahnya terbatas yakni sekitar 420. Maka dari itu, Bupati mewanti-wanti agar warga bisa membentengi diri dari Covid-19 dengan komitmen disiplin prokes.

“Saya minta agar warga Ketapanrame jangan sampai tertular maupun menularkan Covid-19. Kita sendiri yang bisa mengusahakan itu dengan disiplin protokol kesehatan. Tolong dijaga betul, karena penanggulangan ini butuh kerjasama semua,” katanya.

Sementara, di Pendapa Balai Desa Seloliman, Bupati kembali menekankan pentingnya masker dan kewaspadaan terkait bahaya Covid-19 yang tidak terlihat. Arahan diawali pembagian bantuan sembako, langsung satu per satu di kursi masing-masing warga agar tidak terjadi kerumunan.

“Covid-19 tidak menular dari kulit, rambut, atau yang lainnya. Namun yang paling utama adalah dari mulut dan hidung. Itulah pentingnya masker. Pastikan tangan kita selalu bersih, bahkan bagi bapak-bapak yang merokok. Sterilkan dulu dengan cuci tangan atau hand sanitizer. Apalagi, Covid-19 tidak selalu menunjukkan gejala atau OTG,” tegasnya. [Adv/tin]


Apa Reaksi Anda?

Komentar