Advertorial

Gandeng Media Melalui ‘Mblarah Bareng’, Upaya Pemkab Mojokerto Promosi Destinasi Wisata dan IKM

Mojokerto (beritajatim.com) – Sejumlah destinasi wisata dan Industri Kecil Menengah (IKM) Kabupaten Mojokerto menjadi tujuan kegiatan ‘Mblarah Bareng’. Kegiatan yang digelar Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) menggandeng pewarta Mojokerto tersebut bertujuan untuk mempromosikan wisata dan IKM yang ada.

Sebanyak 92 perwakilan media mengikuti kegiatan ‘Mblarah Bareng’ yang digelar mulai tanggal 25-28 Juli 2022. Sebanyak 92 perwakilan media dibagi empat grup dengan tujuan berbeda. Senin (25/7/2022) dengan Sumber Air Sumber Duwur di Desa Wonosari, Kecamatan Ngoro, Petirtaan Jolotundo, Sumber Gempong dan Taman Ghanjaran di Desa Ketapanrame, Kecamatan Trawas.

Selasa (26/7/2022), perwakilan media diajak ke Candi Bajang Ratu, Candi Tikus, Museum Purbakala di Kecamatan Trowulan dan Taman Wisata Bencirang di Desa Kebontunggul, Kecamatan Gondang. Hari ketiga, Rabu (27/7/2022 dengan tujuan Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan dan Waduk Tanjungan serta Kampung Madu di Kecamatan Kemlagi.

Di hari terakhir, Kamis (28/7/2022) ada lima IKM yang menjadi tujuan. Produk olahan bambu R Khan ART di Desa Ngares Kidul dan produk olahan enceng gondok ‘Banyu Putih ART’ di Desa Jeruk Seger di Kecamatan Gedeg, pengrajin batik tulis ‘Rasu’an Lampahan’ di Desa Sooko, Kecamatan Sooko, produk recycle dari bahan jins ‘Upject’ di Desa Kepuhanyar, Kecamatan Mojoanyar.

Serta pengrajin kostum karnaval Trawas Trashion Carnival di Desa Trawas, Kecamatan Trawas. Di hari terakhir, Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati, Kepala Dinas Kominfo Ardi Sepdianto dan Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, Olahraga (Disbudporapar) Norman Handito.

Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati mengatakan, jika kepemimpinannya bersama Wakil Bupati Mojokerto, Muhammad Al Barra mulai tahun 2021 saat gelombang kedua Covid-19. “Tahun 2021, lebih serius menghadapi Covid-19 dibanding tahun 2020. Praktis di tahun itu, kita menutup tempat wisata,” ungkapnya.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto, masih kata Bupati perempuan pertama di Kabupaten Mojokerto ini, fokus dalam penanganan Covid-19 sehingga aktivitas pariwisata harus ditekan. Namun saat Covid-19 bisa dikendalikan karena vaksin, semua memiliki semangat yang sama untuk pulih dari Covid-19.

“Maka sektor pariwisata merupakan salah satu yang diandalkan untuk membuat kita pulih dari pandemi Covid-19. Ketika pariwisata kita bisa menjadi magnet yang bisa menarik semua orang datang, maka di situlah berbagai kegiatan ekonomi terutama ekonomi kreatif bergeliat menjadi berkembang,” katanya.

Pemkab Mojokerto saat ini mulai menyiapkan masterplan pengembangan pariwisata dan UMKM di Kabupaten Mojokerto. Karena selama ini pengembangannya masih bersifat parsial. Upaya tersebut ditempuh agar pengembangan sektor wisata dan ekonomi kreatif (E Craft) di bumi Majapahit lebih terarah dan terstruktur.

“Beda jika ada masterplan, pelaksanaannya akan bertahap sesuai konsep dan saling terkoneksi, sehingga saling mendukung serta tidak bersifat kompetitif. Untuk membangkitkan sektor wisata dan UMKM, perlu membentuk BUMD. Sebab jika hanya diserahkan ke Disparpora, hasilnya kurang maksimal,” ujarnya.

Ketika Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) sudah terbentuk, lanjut Bupati, tugas Disparpora diharapkan tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur fisik lagi. Tetapi juga standarisasi terkait tempat wisata beserta pendukungnya. Tujuannya untuk menciptakan kepuasan konsumen.

“Para pelaku ekonomi kreatif diharapkan bisa cerdas memanfaatkan kebutuhan pasar untuk meningkatkan pemasaran produk kerajinan tangan. Di lain sisi, pemerintah membantu pemasaran melalui even-even besar dan meningkatkan produktivitas dan masalah pemasaran menjadi hal utama yang harus dipecahkan,” urainya.

Agar ekonomi kreatif di Kabupaten Mojokerto berkembang pesat. Menurutnya, saat ini eranya customize, pasar dulu baru produksi. Bukan lagi memproduksi, disupport pelatihan dan segala macam, namun kemudian bingung karena tidak dapat pasar. Sehingga saat ini yang harus dilihat adalah pangsa pasar.

“Sekarang kita balik, pasar ini butuhnya apa, pasar senangnya apa. Di lain sisi, Pemkab Mojokerto mendukung pemasaran produk-produk ekonomi kreatif dengan menggelar even-even besar. Salah satunya Majafest di Kecamatan Trawas Agustus nanti. Pada even tersebut, para perajin difasilitasi untuk memamerkan dan menjual produk unggulan masing-masing,” jelasnya.

Selain produktivitas, customize, pihaknya juga memikirkan lingkungan hidup. Sehingga Maja Fest nantinya juga bakal diisi dengan fashion show batik bermotif Majapahitan yang menggunakan pewarna alami. Ia ingin menunjukkan Kabupaten Mojokerto mempunyai batik tulis khas yang ramah lingkungan dengan harga terjangkau.

“Dalam Maja Fest, para pejabat juga akan menjadi peserta fashion show menggunakan batik dan tenun khas Bumi Majapahit. Selain Majafest, ada juga festival 1.000 layah sambal atau pecel wader. Ini akan menjadi even untuk memopularkan kuliner khas Kabupaten Mojokerto,” paparnya.

Setelah ditetapkan menjadi kuliner khas Bumi Majapahit, nantinya semua hotel, restoran dan rumah makan wajib menjual menu pecel wader. Sehingga Bupati meminta agar Dinas Pangan dan Perikanan (Dispari) Kabupaten Mojokerto harus memastikan masyarakat bisa membudidayakan wader.

“Kalau sudah terkenal, pengunjung ingin menjadikan oleh-oleh, maka tantangan berikutnya bagaimana pecel wader bisa dibawa pulang,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Diskominfo Kabupaten Mojokerto, Ardi Sepdianto mengatakan, Pemkab Mojokerto saat ini tengah gencar mempromosikan potensi wisata dan pengembangan ekonomi kreatif. Salah satu cara dengan yakni menggandeng pewarta baik media cetak, TV, radio, hingga cyber di Kabupaten Mojokerto.

“Kami menggelar kegiatan ‘Mblarah Bareng’ dengan jurnalis ini sebagai upaya untuk mempromosikan keunggulan pariwisata dan kerajinan E Craft Kabupaten Mojokerto. E Craft di Kabupaten Mojokerto bisa menasional bahkan mendunia. Para awak media kami harapkan membantu mempublikasikan UMKM dan E Craft agar semakin dikenal masyarakat,” pungkasnya. [tin/adv]


Apa Reaksi Anda?

Komentar