Advertorial

Bupati Mojokerto Beri Bantuan Peternak Jangkrik

Mojokerto (Beritajatim.com) – Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati didampingi Plt Camat Jetis menyerahkan bantuan dari Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto kepada beberapa kelompok pengembang biak jangkrik. Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis di tempat Poktan Tani Marem Desa Sidorejo, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto.

Antara lain Poktan Basuki Desa Salen Kecamatan Bangsal, Poktan Utomo Desa Ngastemi Kecamatan Bangsal, dan Poktan Tani Joyo Mulyo Desa Mejoyo Kecamatan Bangsal serta Poktan Tani Marem Desa Sidorejo Kecamatan Jetis. Masing-masing mendapat bantuan 20 kg telur jangkrik, 177 set rak telur dan 1.257,5 kg pakan konsentrat.

Bupati Mojokerto, Ikfina Fatmawati menjelaskan, bahwa kegiatan tersebut merupakan peluang bagi peternak jangkrik agar bisa mengembangkan usaha lebih luas lagi. Beternak jangkrik untuk dijual sebagai pakan burung jenis berkicau merupakan bisnis yang menjanjikan karena termasuk stabil di tengah pandemi Covid-19.

“Beternak jangkrik termasuk bidang yang tidak begitu terdampak pandemi. Peluang keuntungannya juga menjanjikan. Jangkrik dapat dijual untuk diolah jadi pakan burung jenis berkicau. Pemberian bantuan ini, kita harapkan dapat membantu perluasan usaha para peternak jangkrik di Kabupaten Mojokerto,” ungkapnya, Rabu (13/10/2021).

Bupati menegaskan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto akan terus melihat potensi-potensi masyarakat dalam usaha pemulihan ekonomi. Dengan begitu, pemkab bisa memetakan sektor-sektor potensial penggerak roda perekonomian daerah. Selain terus memaksimalkan penanggulangan Covid-19, Pemkab Mojokerto juga memulihkan ekonomi masyarakat.

Caption : Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati menyerahkan bantuan kepada beberapa kelompok pengembang biak jangkrik di tempat Poktan Tani Marem Desa Sidorejo, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto. [Foto : istimewa]

“Kita ingin supaya sektor ini bisa berjalan normal kembali dalam berbagai pembatasan PPKM. Untuk menormalkan kembali kegiatan di masyarakat, syaratnya kita harus turun level PPKM yang salah satu indikatornya adalah cakupan vaksinasi minimal 70 persen. Saat ini, sudah sekitar 65 persen dan kita akan terus tingkatkan itu,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan Hewan, Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto, Agus Hardjito mengatakan, bantuan tersebut merupakan salah satu usaha pemda dalam memulihkan ekonomi masyarakat terdampak pandemi Covid-19. “Bantuan ini sebagai bentuk stimulan penggerak ekonomi masyarakat agar pulih kembali,” tegasnya. [tin/adv]


Apa Reaksi Anda?

Komentar