Advertorial

Bupati Ipong : Reyog Ponorogo Sudah Populer, Tetapi Harus Tetap Kita Lestarikan

JUARA : Bupati Ipong Muchlissoni memberikan Thropy kepada perwakilan group reyop Unibraw Malang.(Foto : Istimewa)

Ponorogo (beritajatim.com) – Pemkab Ponorogo sukses menggelar Festival Reyog Mini (FRM) XVII dan Festival Nasional Reyog Ponorogo (FNRP) XXVI. Tercatat ada 37 group reyog mini yang mengikuti FRM XVII sedangkan untuk peserta FNRP XXVI tercatat ada 36 group reyog yang berasal bukan hanya dari Ponorogo, tapi juga daerah se-Indonesia.

Dua festival tersebut merupakan rangkaian acara dari peringatan hari jadi ke-523 Kabupaten Ponorogo dan Perayaan Grebeg Suro. Dimana group reyog Singo Sumowicitro dari SMPN 2 Kauman menjadi yang terbaik di FRM edisi kali ini. Sedangkan yang terbaik untuk FNRP kembali diraih oleh group reyog Universitas Brawijaya (Unibraw) Malang. Karena secara tiga kali beruntun menjuarai FNRP, group reyog Unibraw Malang ini berhak memiliki tetap Trophy Presiden Republik Indonesia.

”Meskipun kesenian reyog Ponorogo sudah populer, tetapi kita tetap akan selalu melestarikannya. Salah satunya dengan adanya FRM dan FNRP ini,” kata Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni, dalam sambutan pengumuman pemenang FRN XVII dan FNRP XXVI pada Sabtu (31/8/2019) malam.

Mengapa demikian? kata Ipong reyog merupakan kesenian asli Ponorogo dan sudah terkenal di seluruh Indonesia, bahkan diakui di dunia Internasional. Dengan melestarikan reyog Ponorogo berarti menjaganya agar kesenian ini tetap ada di dunia, tetap dimainkan oleh masyarakat.

”Dengan adanya festival reyog ini berarti kita sudah memberikan ruang apresiasi pada mereka yang melestarikan reyog,” kata Ipong.

Ipong menyebut disamping reyog festival yang selalu diselenggarakan setiap tahun, di Ponorogo berkembang yang namanya reyog obyok. Kesenian ini lahir di masyarakat, mereka menari dengan ekspresi masing-masing yang tidak ada pakemnya. Namun masih sejalan dengan jalan cerita yang sudah ada. Mulai bulan Agustus 2019 reyog obyok ini ditampilkan pada tanggal 11 setiap bulannya. Dan ada 307 desa atau kelurahan di Ponorogo yang menggebyak atau menampilkan reyog obyoknya masing. Tidak heran jika setiap tanggal 11 sore, jalanan di bumi reyog ini lengang karena masyarakatnya semua lihat pertunjukan reyog obyok.

”Jadi bagi masyarakat diluar Ponorogo yang ingin melihat reyog, cukup datang pada tanggal 11 setiap bulannya, ada 307 desa atau kelurahan yang menampilkan reyog. Jadi tinggal pilih mau lihat dimana,” pungkasnya.[adv]

Daftar pemenang FRM
1. Grup Reog SMPN 2 Kauman
2. Grup Reog SMPN 1 Ponorogo
3. Grup Reog SMPN 2 Ponorogo
4. Grup Reog Dapur Seni Probo Wengker
5. Grup Reog SMPN 6 Ponorogo
6. Grup Reog SMPN 4 Ponorogo
7. Grup Reog SMPN 1 Bungkal
8. Grup Reog SMPN 3 Ponorogo
9. Grup Reog Sekar Mas Ponorogo
10. Grup Reog dari Lanud Iswahjudi

Daftar pemenang FNRP
1. Grup Reog Universitas Brawijaya Malang
2. Grup Reog SMAN 1 Ponorogo
3. Grup Reog Universitas Jember
4. Grup Reog SMA Muhipo
5. Grup Reog DKI Jakarta
6. Grup Reog Lanud Iswahjudi
7. Grup Reog Purbaya Surabaya
8. Grup Reog Batarangin
9. Grup Reog Pawargo Yogyakarta
10. Grup Reog SMAN 3 Ponorogo

Apa Reaksi Anda?

Komentar