Advertorial

BTT Diusulkan Naik Sebesar 95 Persen

Banggar DPRD Sidoarjo Kaji Serapan Anggaran Penggunaan BTT Tahun Lalu

Sidoarjo (beritajatim.com) – Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kab. Sidoarjo masih melakukan evaluasi terhadap serapan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) tahun anggaran 2020, sebelum memutuskan untuk menyetujui penambahan anggaran BTT pada tahun 2021.

Hal itu menyusul rencana eksekutif melakukan penambahan anggaran untuk pos BTT pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBDP) 2021.

Rencana penambahan anggaran itu BTT itu disampaikan Bupati Sidoarjo H. Ahmad Muhdlor Ali (Gus Muhdlor) saat memaparkan nota Rancangan Kebijakan Umum Perubahan Anggaran dan Plafon Prioritas Anggaran Sementara (RKUPA-PPAS) Perubahan tahun anggaran 2021 yang digelar via zoom pada Kamis (12/8/2021) lalu.

“Tentunya kita masih melakukan evaluasi terkait serapan BTT tahun 2020 kemarin,” kata Ketua Badan Anggaran DPRD Kabupaten Sidoarjo H. Usman Selasa (24/8/2021).

Evaluasi terhadap serapan itu, lanjutnya, menjadi sangat penting agar tidak terjadinya penumpukan. Jika serapan tahun lalu dinilai tinggi, maka rencana tersebut sudah pasti akan disetujui.

“Begitupun sebaliknya, jika serapan rendah atau 50 persen, terus mengajukan penambahan BTT lagi, maka harus disinkronkan lagi, agar BTT tidak berlebih,” tegasnya.

Ketua DPRD Kab. Sidoarjo H. Usman

Politisi PKB itu menjelaskan, tak hanya itu, pihaknya juga bakal mengevaluasi BTT tahun anggaran 2021 sejak Januari hingga Juli, sebelum memutuskan untuk menyetujui rencana penambahan anggaran BTT.

Dalam nota Rancangan Kebijakan Umum Perubahan Anggaran dan Plafon Prioritas Anggaran Sementara (RKUPA-PPAS) Perubahan tahun anggaran 2021 yang digelar pada Kamis (12/8/2021) lalu, Bupati Sidoarjo H. Ahmad Muhdlor Ali (Gus Muhdlor) menyampaikan adanya penambahan anggaran BTT dari yang sebelumnya Rp 38 miliar menjadi sebesar Rp 72 miliar atau naik sebesar 95 persen.

Tak hanya itu, dia juga menjabarkan sejumlah usulan perubahan alokasi anggaran untuk APBD Perubahan 2021. Seperti pendapatan daerah yang sebelumnya Rp 4.210 miliar menjadi Rp 4.268 miliar.

“Begitupun dengan belanja daerah yang diusulkan berubah dari Rp Rp 5.329 miliar menjadi Rp 5.372 miliar atau naik 0,8 persen. Diantaranya belanja operasional Rp 3.517 miliar menjadi Rp 3.628 miliar. Belanja modal Rp 1.171 miliar menjadi Rp 1.047 miliar. Serta belanja transfer dari Rp 600 miliar menjadi Rp 612 miliar,” urai H. Usman merinci.

Perubahan anggaran tersebut diusulkan untuk menyesuaikan perkembangan kondisi yang ada. Terutama dalam penanggulangan pandemi Covid-19.

“Anggaran untuk BTT sebelumnya Rp 38 miliar menjadi Rp 72 miliar atau naik 95 persen,” terang Bupati Sidoarjo H. Ahmad Muhdlor Ali (Gus Muhdlor) dalam rapat paripurna penjelasan nota Rancangan Kebijakan Umum Perubahan Anggaran dan Plafon Prioritas Anggaran Sementara (RKUPA-PPAS) Perubahan tahun anggaran 2021. [adv/isa]



Apa Reaksi Anda?

Komentar