Surabaya (beritajatim.com) – Pernyataan narasumber anonim alias Mister X dalam acara talk show televisi Mata Najwa, bahwa Persebaya Surabaya terlibat pengaturan pertandingan, ditanggapi tenang oleh Bonek.
Kukuh Ismoyo, salah satu Bonek Paido Boyz, mengatakan bahwa pernyataan tersebut belum didasari bukti dan dilontarkan oleh seseorang yang menyembunyikan identitasnya. Jadi ia memilih menunggu hasil investigasi tim kepolisian saat ini.
\\\”Percayakan semua pada proses investigasi yang dijalankan pihak-pihak terkait. Tetap tenang dalam menyikapi segala isu yang beredar dengan perilaku bersosial media yang baik dan santun,\\\” kata pria berkacamata ini.
Namun jika memang di belakang hari tuduhan tersebuf terbukti, Bonek siap menanggung konsekuensinya. \\\”Tinggal menunggu insitusi sepakbola Indonesia.
Apa yang akan dilakukan PSSI terkait hasil ini? Kalau toh harus degradasi dan cabut gelar, ya itu konsekuensi yang harus ditanggung,\\\” kata Kukuh.
\\\”Lha wong tim sebesar Juventus saja mau dan berani untuk menghadapi hukuman, kenapa Persebaya harus takut? Ingat, kalau toh hanya degradasi, Bonek jelas sudah teruji. Tanpa pertandingan selama lebih kurang empat tahun saja kami sanggup, apalagi cuma bayangan didegradasi. Terlalu sepele buat Bonek,\\\” kata Kukuh.
Namun Kukuh mengingatkan, hukum harus ditegakkan secara adil. \\\”Kalau itu berlaku untuk Persebaya, maka itu juga harus berlaku untuk klub-klub lainnya dan pihak-pihak terkait. Simpel,\\\” katanya.
Dhion Prasetya dari Bonek Writer Forum juga meminta inestigasi harus mendalam, seadil-adilnya, dan tidak tebang pilih. \\\”Kalau mau diselidiki ya bagus. Kalau tidak terbukti ya berarti ini tuduhan tak berdasar alias pepesan kosong saja. Namun jika terbukti atau inkracht secara hukum ya monggo didegradasikan,\\\” katanya.
Namun penulis buku Persebaya and Them menambahkan, jangan sampai Persebaya menjadi martir. \\\”Ini karena sepertinya sistemik,\\\” kata Dhion. [wir/suf]





