Gresik (beritajatim.com) – Puluhan perwakilan anak dari beberapa sekolah di Kabupaten Gresik menggelar forum Musyawarah Perencanaan Pembangunanan (Musrenbang) Anak 2023. Dari Musrenbang itu, ada sejumlah usulan yang disampaikan ke pemerintah daerah setempat.
Salah satu usulan yang disampaikan yakni pemenuhan hak-hak anak. Permasalahan bullying di sekolah, tempat ramah anak, masalah edukasi seksual, hingga keberpihakan pada kelompok inklusi.
Kepala Dinas Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KBPPPA) Kabupaten Gresik dr. Titik Ernawati menuturkan, hasil dari Musrenbang anak tahun 2023 ini menjadi usulan rencana program pemenuhan. Juga sebagai masukan prioritas pemenuhan hak anak.
“Dari usulan itu, kami berharap semua anak di Kabupaten Gresik mendapatkan layanan yang baik serta terpenuhi semua haknya,” tuturnya, Selasa (21/02/2023).
Sementara itu, Wabup Gresik Aminatun Habibah mengatakan, pemikiran dari anak-anak merupakan masukan berharga untuk kebijakan ramah anak di Kabupaten Gresik.
“Kami terus berbenah untuk menjadi kabupaten yang layak untuk anak. Berdasarkan data yang masuk saat ini
terdapat kurang lebih 370 ribu anak,” katanya.
Wakil bupati perempuan pertama di Gresik itu menambahkan, terkait dengan ini dirinya juga mengingatkan anak-anak untuk tidak hanya menuntut haknya saja, melainkan juga memenuhi apa yang sudah menjadi kewajibannya.
“Kewajibannya harus dilaksanakan jadi jangan cuma menuntut saja,” ungkapnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”gresik”]
Bendahara Komunitas Anak Gresik (KAG) Sharim Dezhneva Denalis menyatakan forum semacam ini sangat positif. Pasalnya, dirinya bersama pengurus bisa langsung menyampaikan uneg-uneg-nya mengenai permasalahan anak di Kabupaten Gresik.
“Kalau bisa forum ini intensitasnya bisa diperbanyak lagi. Sebab, ada banyak hal soal permasalahan anak yang belum terlindungi haknya,” pungkasnya. [dny/but]






