Malang (beritajatim.com) – Untuk memperluas lapangan kerja, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Malang mengoptimalkan peran dari Bidang Penempatan Tenaga Kerja atau Penta dengan menggelar Pelatihan Digital Marketing, di gedung Pondok Pesantren dan Lembaga Kesejahteraan Sosial An Nur Asyarihin, Tajinan.
Kepala Bidang Penta Disnaker Kabupaten Malang, Rahmat Yuniman, menjelaskan, kegiatan tersebut untuk memperkuat wirausaha baru dari kalangan milenial. Sehingga, pihaknya menyasar para berusia produktif.
Kata Yuniman, pelatihan Digital Marketing berlangsung selama tiga hari mulai Selasa (14/2/2013) hingga Kamis (16/2/2023). Para peserta berasal dari Kecamatan Tumpang dan Tajinan. “Usia maksimal 30 tahunan. Dari berbagai kalangan. Ada yang merupakan pengelola UMKM, BUMDes dan generasi milenial,” tegas Yuniman, Rabu (15/2/2023).
[berita-terkait number=”5″ tag=”kabupaten-malang”]
Yuniman mengaku, pelatihan digital marketing untuk mengangkat potensi ekonomi masyarakat di desa. Tujunnya, agar mampu bersaing secara sehat dengan masyarakat di kota. “Apalagi saat ini sudah masuk era industrial digital. Segala hal sudah masuk masa digitalisasi. Sehingga pelatihan digital marketing ini sesuai dengan kebutuhan masyarakat masa kini,” bebernya.
Yuniman berharap, pelatihan ini mampu membantu para peserta meningkatkan perekonomian melalui penjualan digital. Pasalnya, beberapa peserta memiliki latar belakang sebagai pelaku usaha rintisan.
“Pelatihan ini merupakan langkah kami untuk menekan jumlah pengangguran di Kabupaten Malang. Harapannya juga dengan kegiatan ini mampu membuka lapangan kerja baru,” ujar Yuniman.
Sementara itu, Kepala Disnaker Kabupaten Malang, Yoyok Wardoyo menambahkan, setiap kegiatan pelatihan yang dilaksanakan oleh Disnaker selalu melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD) lainnya. Misalnya saja Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM). Tujuannya, untuk mengajarkan mental wirausaha.
“Kami juga menghadirkan perbankan. Tujuannya untuk memperbesar modal usaha. Harapannya, bagi sekarang yang masih memiliki usaha kecil, bisa berkembang dengan suntikan dana dari perbankan. Punya karyawan dan bisa menciptakan lapangan pekerjaan baru,” papar Yoyok.
Yoyok erpesan agar para peserta mengikuti kegiatan dengan baik dan serius. Peserta juga diharapkan mampu menyerap materi dari lembaga pelatihan Scomptec. Mampu mendorong para peserta untuk memiliki mental wirausaha. “Jangan pernah takut untuk memulai usaha,” kata Yoyok.
Ditempat sama, Instruktur dari Scomptec, Supartono menerangkan, ada beberapa materi yang nantinya akan disampaikan kepada peserta pelatihan.
Supartono menyebut, banyak keuntungan dari digital marketing. Salah satunya adalah lebih hemat tempat dan fleksibel karena bisa dilakukan dimana saja. “Kami akan memberikan pelatihan bagaimana memaksimalkan penggunaan media sosial untuk berjualan, meningkatkan Google advertisement dan membuat online shop yang efektif,” pungkasnya. (yog/kun)






