Surabaya (beritajatim.com) – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa masih bertengger di puncak elektabilitas dalam survei Pilgub 2024 mendatang. Khofifah mengantongi angka elektabilitas sebanyak 33,5 persen.
Menariknya, dalam bursa Pilgub ini ada nama Eri Cahyadi. Bahkan, Eri memperoleh angka hingga 17 persen. Meski masih terpaut jauh dengan Khofifah, namun munculnya nama Wali Kota Surabaya tersebut cukup mengejutkan.
“Elektabilitas calon Gubernur Jawa Timur, Bu Khofifah masih bertengger kokoh di puncak elektabilitas, kemudian disusul calon lain. Yang mengejutkan adalah ada nama Eri Cahyadi yang menohok di urutan ketiga dengan angka elektabilitas 17 persen. Ini tentu saja mengejutkan,” ujar Peneliti Senior SSC, Ikhsan Rosidi, Kamis (12/01/2023).
[berita-terkait number=”5″ tag=”pilgub-jatim”]
Ikhsan mengungkapkan, bahwa posisi Eri Cahyadi berada tepat di bawah Menteri Sosial RI, Tri Rismaharini. Mantan Wali Kota Surabaya tersebut memperoleh angka elektabilitas 18,8 persen sebagai calon Gubernur Jawa Timur.
Capaian mengejutkan itu, kata Ikhsan, tak lepas dari kinerja apik Eri Cahyadi dalam memimpin Kota Surabaya. Menurut Ikhsan, masyarakat banyak yang menilai jika kinerja Eri selama dua tahun terakhir cukup baik.
“Kinerjanya dianggap baik oleh masyarakat Surabaya, sehingga dianggap pantas untuk menjadi salah satu calon yang akan berkompetisi di pemilihan gubernur 2024 mendatang,” ungkapnya.
Kendati demikian, hasil survei tersebut bisa saja berbeda jika diterapkan di 37 kabupaten/kota lain di Jawa Timur. Ikhsan menyebut jika terangkatnya nama Eri di Surabaya lantaran adanya faktor logis.
“Kalau di kabupaten/kota lain di Jawa Timur, nama Eri Cahyadi tidak terlalu tinggi seperti di Kota Surabaya. Karena di Kota Surabaya Eri Cahyadi dianggap kinerjanya bagus. Jadi, mungkin ini faktor logis yang kemudian mengangkat nama Eri Cahyadi,” tandasnya. (ipl/kun)






