Surabaya (beritajatim.com) – Pada setiap ajang ataupun gelaran sepak bola di seluruh dunia selalu memiliki ciri khas dalam bentuk logo. Salah satunya yang cukup ikonik yaitu logo delapan bintang di Liga Champions.
Liga Champions menjadi ajang paling bergengsi sepakbola Eropa yang namanya begitu terkenal seantero sepak bola di seluruh dunia.
Logo Liga Champions sendiri memiliki ciri khas yaitu dengan delapan bintang membentuk sebuah lingkaran menyerupai bola. Logo tersebut kemudian diberi nama ‘starball’.
Dilansir Beritajatim.com dari media The Independent, logo Liga Champions pertama kalinya digunakan sejak tahun 1992.
Logo ini diciptakan pria dari Inggris bernama Phil Clements, pendiri perusahaan Design Bridge. Awal mulanya, desain logo Phil Clements terpilih untuk menjadi sebuah logo Liga Champions.
Hal itu berawal dari UEFA yang mengadakan lomba dalam rangka sebuah rebranding turnamen Piala Eropa (European Cup) di tahun 1992. Sampai sekarang penggemar sepak bola mengenalnya dengan nama ajang Liga Champions Eropa.
Logo starball sering kali dilihat saat pemain ingin memasuki stadion dan berada di lengan jersey para pemain serta menjadi corak pada bola pertandingan yang dipakai. Lantas sebenarnya bagaimana arti dan asal usul dari delapan bintang di logo Champions League itu?
Alasan utama logo delapan bintang itu sebenarnya cukup sederhana, simbol delapan bintang tersebut merupakan representasi dari delapan kesebelasan yang tampil pada format baru Liga Champions edisi pertama pada musim tahun 1992/93.
Delapan tim tersebut merupakan tim yang berhasil menjadi juara di masing-masing liga domestik. Sehingga delapan tim itu terbagi ke dalam dua grup.
“Logo itu sebagai gambaran pada sebuah sistem liga yang berpuncak kepada delapan kesebelasan yang akan saling berhadapan. Saya pikir itu sebagai ide awalnya dan kenapa kenapa ada delapan bintang” terang Phil Clements seperti dikutip The Independent pada September 2014 lalu.
Delapan tim pertama tersebut diantaranya yaitu Olympique de Marseille, Glasgow Rangers, Club Brugge, CSKA Moscow, AC Milan, IFK Goteborg, FC Porto serta PSV Eindhoven. Liga Champions dengan format baru tersebut lalu dimenangkan oleh Marseille usai berhasil mengalahkan AC Milan di partai final dengan skor 1-0. (dan/ian)






