Surabaya (beritajatim.com) – Dilansir dari theatleti.com pada pertengahan Agustus lalu, , Chelsea resmi berpisah dengan pemain muda mereka Tammy Abraham. Kepindahan Tammy ke As Roma pun disetujui Chelsea dengan mahar 34 juta pound atau setara dengan 678,61 miliar rupiah.
Meski baru terealisasi Agustus lalu, kabar kepindahan Tammy sejatinya telah tercium sejak kedatangan pelatih anyar Chelsea kala itu, Thomas Tuchel. Semenjak Thomas Tuchel resmi menangani The Blues, peran Tammy Abraham langsung terpinggirkan.
Di bawah komando Tuchel, musim ini Tammy cuma dimainkan di 7 pertandingan di Premier League dan FA Cup saja. Catatan tersebut tentu berbeda jauh dibanding era kepelatihan Frank Lampard di musim 2019/20 saat Tammy dimainkan hingga 47 pertandingan pada semua ajang.
Keputusan Tammy ini juga muncul akibat rendahnya menit bermain. Tammy tak betah di kandang Chelsea lantaran punya menit bermain sedikit. Dari 7 pertandingan bersama Tuchel, Tammy hanya mencatatkan rata-rata menit bermain 32 menit pada tiap laga. Sangat jauh, jika dibanding lagi dengan era kepelatihan Frank Lampard musim 2019/20, dari 47 pertandingan
Tammy dipercaya dengan menit bermain hingga 62 menit setiap laga.
Di samping itu, ada hal lain yang kian memicu Tommy hengkang, yaitu ketatnya persaingan di lini serang Chelsea. Kembalinya Romelu Lukaku jadi saingan berat bagi Tammy. Mengingat mahalnya harga transfer serta performa apik yang Lukaku kala di Inter, sehingga Tuchel mempercayakan Lukaku sebagai striker utama.
Lukaku juga tampil beringas di Serie A dengan mengemas 30 gol di semua kompetisi. Belum lagi Tammy juga harus bersaing dengan Werner yang musim lalu menjadi andalan Tuchel. Selain itu, Tammy juga diragukan oleh sang pelatih, Thomas Tuchel. Mantan pelatih PSG itu mengaku jika ia meragukan Tammy dalam persaingan mengisi skuad utama. Seperti dilansir dari ESPN.com, Tuchel menjelaskan “Saya paham dia ingin lebih sering bermain. Tapi keputusannya adalah apakah Tammy mau bersaing memperebutkan posisi di tim utama atau ingin pindah klub agar bisa bermain reguler?” terang Tuchel. Jadi tak ayal jika kepindahan itu benar terjadi. Saat ini Tammy jadi pangeran muda milik raksasa Italia, As Roma. [dan/esd]






