Ringkasan Berita:
- Lebih dari 100 titik sekolah jenjang TK, SD, dan SMP di Kabupaten Magetan mendapat bantuan revitalisasi sarana dan prasarana pendidikan.
- Program Bantuan Presiden (Banpres) menyasar 12 sekolah dasar, sedangkan bantuan melalui jalur aspirasi telah diterima Pesantren Baitul Qur’an Al Jahra Magetan.
- Kepala Dikpora Magetan Suhardi menyebut bantuan per sekolah bervariasi, mulai sekitar Rp400 juta hingga Rp800 juta, dengan perkiraan rata-rata Rp500 juta per titik.
- Pelaksanaan revitalisasi masih berlangsung dan disertai kegiatan pendampingan serta bimbingan teknis bagi satuan pendidikan.
Magetan (beritajatim.com) – Lebih dari 100 titik sekolah jenjang taman kanak-kanak (TK), sekolah dasar (SD), hingga sekolah menengah pertama (SMP) di Kabupaten Magetan mendapatkan bantuan revitalisasi sarana dan prasarana pendidikan. Sejumlah program perbaikan masih berlangsung, sementara bantuan melalui program Bantuan Presiden (Banpres) menyasar 12 sekolah dasar.
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Magetan, Suhardi, mengatakan bantuan perbaikan sekolah tersebut berasal dari sejumlah program pemerintah pusat. Selain Banpres, terdapat bantuan melalui jalur aspirasi dan program revitalisasi sekolah yang menjangkau berbagai jenjang pendidikan.
“Magetab mendapatkan 12 titik sekolah di sekolah dasar. Itu ada 12 sekolah yang mendapatkan itu,” kata Suhardi saat menjelaskan penerima bantuan Banpres di Magetan, Rabu (28/10/2026).
Menurut dia, pelaksanaan program Banpres tersebut telah mendekati penyelesaian. Sementara itu, bantuan melalui jalur aspirasi juga telah disalurkan kepada salah satu lembaga pendidikan, yakni Pesantren Baitul Qur’an Al Jahra Magetan, dan pengerjaannya sudah selesai.
Di luar dua program tersebut, revitalisasi sekolah menjadi salah satu bentuk dukungan pemerintah untuk memperbaiki kondisi bangunan dan fasilitas pendidikan. Program ini menjangkau lebih dari 100 titik yang terdiri atas TK, SD, dan SMP.
Meski demikian, pelaksanaan revitalisasi belum seluruhnya rampung. Suhardi menyebut kegiatan tersebut masih berjalan dan terus berlanjut di sejumlah satuan pendidikan.
“Lho ini masih berjalan,” ujarnya ketika ditanya mengenai penyelesaian program revitalisasi sekolah.
Ia menambahkan, kegiatan pendampingan juga masih dilakukan untuk mendukung pelaksanaan program tersebut. Pada hari wawancara, misalnya, terdapat kegiatan bimbingan teknis (bimtek) yang melibatkan 15 TK.
“Bahkan hari ini ada ada namanya Bimtek tadi ada. Ada 15 TK. Jadi terus-terus berjalan,” kata Suhardi.
Terkait besaran anggaran, Dikpora Magetan mengaku tidak memiliki data pasti mengenai total dana bantuan dari seluruh program tersebut. Pasalnya, anggaran dari pemerintah pusat disalurkan secara langsung kepada satuan pendidikan maupun lembaga pendidikan keagamaan sehingga tidak seluruh rincian pembiayaan tercatat di dinas setempat.
“Kalau totalnya secara pasti kami tidak punya data. Karena kan itu kan anggarannya kan langsung dari pusat. Langsung ke satuan pendidikan dan ke keagamaan. Kami enggak punya data,” jelasnya.
Suhardi memperkirakan nilai bantuan setiap sekolah dapat berbeda, bergantung pada tingkat kerusakan bangunan dan kebutuhan perbaikan. Ia menyebut bantuan pemerintah pusat umumnya diprioritaskan bagi bangunan dengan tingkat kerusakan minimal 50 persen. Sementara itu, bangunan dengan tingkat kerusakan di bawah ambang tersebut disebut tidak mendapatkan pendanaan melalui skema yang dijelaskannya.
Besaran bantuan yang diterima setiap titik sekolah pun bervariasi. Suhardi menyebut terdapat sekolah yang memperoleh anggaran sekitar Rp400 juta hingga Rp800 juta. Ia memperkirakan nilai rata-rata bantuan berada di kisaran Rp500 juta per titik, meskipun angka tersebut bukan rekapitulasi resmi seluruh program.
“Cuma, hemat kami, karena rata-rata itu kan kerusakan-kerusakan itu kan minimal harus 50 persen kerusakan baru disiapkan anggaran dari pusat. Nek kurang dari 50 persen itu tidak didanai,” ungkapnya.
Ia melanjutkan, “Maka satu titik itu ada yang dapat 400, 500, bahkan sampai 800. Kalau kita kira-kira rata-rata 500 juta satu juta aja, ping 100 sudah berapa? Jadi cukup besar. Cuma data spesifik kami tidak punya. Karena itu langsung ke satuan pendidikan.”
Bantuan revitalisasi sekolah berpotensi mendukung peningkatan kualitas sarana belajar, terutama pada bangunan yang membutuhkan perbaikan signifikan. Kondisi ruang kelas dan fasilitas sekolah yang lebih layak menjadi salah satu faktor pendukung kenyamanan kegiatan belajar mengajar bagi siswa maupun guru.
Dikpora Magetan menyatakan pelaksanaan revitalisasi masih berlanjut, termasuk melalui kegiatan pendampingan dan bimbingan teknis bagi satuan pendidikan. Penyelesaian program diharapkan dapat memastikan fasilitas yang diperbaiki segera dimanfaatkan untuk menunjang kegiatan belajar mengajar, dengan tetap memperhatikan kebutuhan masing-masing sekolah. [fiq/beq]






