Surabaya (beritajatim.com) – Madura United tertinggal 0-1 dari Bhayangkara Presisi Lampung FC pada babak pertama laga lanjutan Super League pekan kelima, Jumat (16/10/2026) malam di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan, Pamekasan.
Sejak peluit awal dibunyikan, Madura United langsung tampil agresif dengan menerapkan pressing tinggi. Lulinha dan rekan-rekannya berusaha mengambil kendali permainan sekaligus membatasi ruang gerak tim tamu melalui tekanan intensif di area pertahanan Bhayangkara Presisi Lampung FC.
Namun, Bhayangkara tidak tinggal diam. Tim tamu turut menerapkan tekanan tinggi untuk mengimbangi permainan tuan rumah. Kecepatan Sidibe menjadi salah satu senjata yang diandalkan Bhayangkara, tetapi pergerakannya mampu diantisipasi barisan pertahanan Madura United.
Pertarungan di lini tengah berlangsung ketat. Lulinha lebih sering bergerak ke depan untuk membantu membangun serangan, sedangkan Aji memanfaatkan sisi lapangan guna membuka ruang. Madura United beberapa kali mencoba menembus pertahanan lawan melalui sektor sayap kanan dan mengirimkan pemain ke dalam kotak penalti.
Meski demikian, dominasi tekanan tersebut belum menghasilkan ancaman berarti. Hingga menit ke-15, Madura United belum mampu memberikan tekanan serius terhadap gawang yang dijaga Awan Setho. Pola permainan yang diterapkan pelatih Jose Gomes juga belum berjalan efektif untuk membongkar pertahanan rapat Bhayangkara.
Kebuntuan pertandingan akhirnya pecah setelah Bhayangkara Presisi Lampung FC memanfaatkan kesalahan di lini belakang Madura United. Kehilangan penguasaan bola di area pertahanan sendiri membuka kesempatan bagi Jeferson untuk melepaskan tembakan ke arah gawang pada menit ke-26.
Angga gagal menghalau sepakan tersebut sehingga bola bersarang di gawang Madura United. Gol Jeferson membawa Bhayangkara unggul 1-0 di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan.
Tertinggal satu gol, Madura United berupaya meningkatkan intensitas serangan untuk mengejar ketertinggalan. Akan tetapi, solidnya pertahanan Bhayangkara membuat tuan rumah kesulitan menemukan celah menuju kotak penalti.
Lulinha mencoba mengambil inisiatif dengan mencari ruang di antara pemain bertahan lawan. Sementara itu, pergerakan Hugo Gomes juga terus mendapat tekanan dari lini tengah Bhayangkara yang disiplin dalam menjaga area pertahanan.
Upaya Madura United untuk menyamakan kedudukan belum membuahkan hasil hingga waktu normal babak pertama berakhir. Wasit memberikan tambahan waktu tiga menit, tetapi tidak ada gol tambahan yang tercipta.
Hingga peluit akhir babak pertama dibunyikan, skor tetap 0-1 untuk keunggulan Bhayangkara Presisi Lampung FC atas Madura United. (faw/ian)






