Ringkasan Berita:
- Kapolda Jatim Irjen Pol Dekananto Eko Purwono meminta anggota menjaga integritas dan tidak menyalahgunakan kewenangan.
- Program prioritas Polisi Bersama Masyarakat diarahkan untuk mendekatkan polisi dengan warga dan meningkatkan kualitas pelayanan.
- Dekananto menekankan pelayanan tanpa diskriminasi serta mengajak masyarakat menjaga keamanan melalui semangat Jogo Omah.
- Ia membuka ruang kritik dan laporan masyarakat serta berjanji menindak tegas anggota yang terbukti melakukan pelanggaran.
Surabaya (beritajatim.com) – Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur Irjen Pol Dekananto Eko Purwono menekankan pentingnya integritas dan pelayanan humanis bagi seluruh personel. Ia meminta anggota tidak menyalahgunakan kewenangan dan mengutamakan kepentingan masyarakat dalam menjalankan tugas kepolisian.
Pesan tersebut disampaikan Dekananto seusai melaksanakan Salat Jumat di Masjid Arif Nurul Huda, Mapolda Jatim, Jumat (16/10/2026). Ia mengingatkan seluruh anggota agar membangun hubungan baik dengan masyarakat melalui sikap dan pelayanan yang mengedepankan kepentingan warga.
“Saya selalu menyampaikan kepada seluruh anggota, ambil hati masyarakat, jangan ambil harta masyarakat,” kata Dekananto.
Dekananto resmi menerima amanah sebagai Kapolda Jatim pada 9 Oktober 2026. Dalam menjalankan tugas tersebut, ia meminta doa dan dukungan dari personel kepolisian serta masyarakat agar dapat memberikan pelayanan terbaik bagi warga Jawa Timur.
“Saya mohon doa dan dukungan agar bisa bersama-sama keluarga besar Polda Jawa Timur memberikan pelayanan, perlindungan, dan pengayoman kepada masyarakat Jawa Timur yang kita cintai bersama,” ujarnya.
Mantan pejabat Mabes Polri itu menjelaskan, salah satu program prioritasnya adalah Polisi Bersama Masyarakat. Program tersebut sejalan dengan arahan Kapolri Jenderal Pol Suyudi Ario Seto untuk mendorong kepolisian semakin dekat dengan warga.
“Ke depan, kita harus lebih dekat dan lebih bersahabat dengan masyarakat. Kehadiran kita harus memberikan manfaat di tengah-tengah masyarakat, bukan sebaliknya,” kata dia.
Menurut Dekananto, kepercayaan publik terhadap kepolisian dibangun melalui tindakan nyata personel saat memberikan pelayanan. Karena itu, setiap anggota diminta menjaga tutur kata, perilaku, dan profesionalisme ketika berinteraksi dengan masyarakat.
“Orang yang datang ke kantor polisi adalah orang yang sedang menghadapi masalah, sedang susah, atau ingin mencari perlindungan. Karena itu, layani mereka dengan baik. Jangan melihat penampilannya,” ucapnya.
Ia juga menegaskan bahwa pelayanan kepolisian tidak boleh diskriminatif. Setiap warga negara harus memperoleh perlakuan yang sama tanpa membedakan latar belakang maupun penampilan. Prinsip tersebut, menurutnya, menjadi bagian penting dalam mewujudkan pelayanan publik yang adil dan humanis.
Selain menekankan kualitas pelayanan, Dekananto memperkenalkan semangat Jogo Omah atau menjaga rumah. Ia menjelaskan bahwa keamanan dan ketertiban bukan hanya menjadi tanggung jawab polisi, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat.
“Jawa Timur adalah rumah kita bersama. Mari kita jaga mulai dari rumah dan keluarga kita, lingkungan tempat tinggal, RT/RW, kecamatan, sampai seluruh wilayah Jawa Timur,” tuturnya.
Dekananto juga menyatakan terbuka terhadap kritik, saran, dan laporan masyarakat. Ia memastikan informasi yang disampaikan warga, termasuk melalui media sosial, akan ditindaklanjuti.
“Saya membuka diri terhadap masukan dari masyarakat. Apabila ada hal-hal yang kurang tepat, silakan disampaikan,” kata dia.
Jika ditemukan penyimpangan atau pelanggaran yang dilakukan anggota, Dekananto berjanji menindak tegas sesuai ketentuan yang berlaku. Keterbukaan terhadap masukan masyarakat tersebut diharapkan menjadi ruang pengawasan publik sekaligus mendorong perbaikan berkelanjutan di lingkungan Polda Jatim.
“Atas nama pimpinan Polda Jawa Timur, saya mohon doa dan dukungan untuk menjalankan amanah ini. Mari kita bergandeng tangan dan memberikan yang terbaik dalam pelayanan kepada masyarakat,” pungkasnya. [uci/beq]






