Surabaya (beritajatim.com) – Pelatih Persebaya Surabaya Bernardo Tavares membidik kemenangan saat menjalani laga tandang melawan Isenmulang Kalteng FC pada pekan keempat Liga BRI Super League 2026/2027, Jumat (9/10/2026).
Juru taktik asal Portugal itu ingin menebus dua poin yang hilang setelah Persebaya gagal meraih kemenangan saat menjamu Garudayaksa FC di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Sabtu (19/9/2026).
Dalam pertandingan tersebut, Bajol Ijo harus puas bermain imbang 1-1. Hasil itu membuat Persebaya kehilangan kesempatan meraih tiga poin di kandang sendiri.
“Kini, kami harus bekerja keras untuk pertandingan berikutnya pada 9 Oktober, guna mencoba meraih kembali dua poin yang hilang melalui laga tandang,” kata Tavares.
Kegagalan meraih kemenangan di kandang sendiri menjadi evaluasi bagi Persebaya untuk menghadapi pertandingan berikutnya.
Pada laga kontra Garudayaksa FC, Persebaya sempat unggul sebelum lawan mencetak gol penyama kedudukan pada menit ke-89. Gol tersebut berawal dari pergerakan Christian Frydek yang menerobos pertahanan Persebaya sebelum melepaskan umpan silang pendek yang diselesaikan Al Hamra Henenussa.
Tavares mengaku sangat frustrasi melihat timnya kehilangan kemenangan pada menit-menit akhir pertandingan.
“Jadi, saya sangat frustrasi karena kami tidak bisa mendapatkan tiga poin seperti yang kami inginkan. Tetapi inilah sepak bola,” kata Tavares.
Padahal, menurut Tavares, sepanjang 90 menit pertandingan timnya mampu menciptakan lebih banyak peluang. Statistik tembakan ke gawang Persebaya bahkan tercatat tiga kali lipat lebih banyak dibandingkan Garudayaksa FC.
Sebaliknya, Garudayaksa FC hanya memiliki satu tembakan ke gawang yang berujung menjadi gol penyama kedudukan.
Terkait peluang krusial tersebut, Tavares secara khusus menyoroti rapuhnya lini pertahanan timnya serta buruknya positioning pemain saat transisi bertahan sehingga gagal menutup pergerakan lawan.
“Kami kebobolan melalui situasi bola mati. Dari tendangan sudut pendek, lini pertahanan kami tidak naik dalam garis yang sama (sejajar) dan kami harus lebih agresif terhadap pemain yang menguasai bola. Sayangnya, kami membiarkan mereka melakukan umpan ke tiang kedua dan mencetak gol,” ucap Tavares.
Di sisi lain, pelatih berusia 46 tahun itu mengungkapkan bahwa Persebaya tidak berada dalam kondisi performa terbaik saat menghadapi Garudayaksa FC.
Sejumlah pemain yang tidak masuk dalam daftar susunan pemain (DSP) Persebaya absen karena mengalami cedera. Sementara itu, beberapa pemain yang diturunkan pada babak kedua juga belum berada dalam kondisi 100 persen sehingga Tavares harus memberikan kesempatan kepada pemain lainnya.
“Saya tidak senang dengan hasil ini, tetapi saya tetap harus bangga kepada para pemain. Seperti yang Anda lihat, banyak pemain mengalami cedera dan pemain lain mendapatkan kesempatan,” ucapnya. (rma/but)






