Surabaya (beritajatim.com) – Keberhasilan Inggris menembus semifinal Piala Dunia 2026 tidak sepenuhnya diwarnai suasana gembira. Di balik kemenangan dramatis 2-1 atas Norwegia, muncul perbedaan pandangan antara gelandang Jude Bellingham dan pelatih Thomas Tuchel terkait penampilan The Three Lions.
Bellingham, yang menjadi pahlawan kemenangan lewat dua golnya, memilih membela rekan-rekannya setelah Tuchel secara terbuka menilai performa Inggris masih jauh dari memuaskan meski berhasil mengamankan tiket ke empat besar.
Pelatih asal Jerman itu bahkan menyebut kemenangan Inggris diraih dengan unsur keberuntungan dan mengkritik permainan tim yang dinilainya terlalu banyak melakukan kesalahan.
“Komitmennya sudah ada, tetapi kami mempersulit diri sendiri dengan cara kami bermain. Ceroboh, banyak kesalahan teknis, tidak cukup cepat, tidak cukup repetitif. Kami beruntung hari ini,” ujar Thomas Tuchel dalam wawancara usai pertandingan, Minggu (12/7/2026) pagi WIB.
Tuchel menegaskan timnya harus segera meningkatkan kualitas permainan jika ingin melangkah lebih jauh di turnamen.
“Kami akan menjadi lebih baik. Kami harus menjadi lebih baik. Sekarang waktunya merayakan kemenangan, tetapi kami hanya punya tiga hari dan membutuhkan penampilan yang jauh lebih baik,” katanya.

Pernyataan tersebut rupanya tidak sepenuhnya disetujui Bellingham. Saat dimintai tanggapan, gelandang Real Madrid itu mengaku memahami ekspektasi tinggi sang pelatih, tetapi menilai situasi di lapangan tidak semudah yang terlihat.
“Ya, sudahlah. Situasinya sangat sulit di luar sana. Semua pemain sudah bekerja sangat keras,” kata Bellingham.
Pemain berusia 23 tahun itu menilai Norwegia merupakan lawan yang sangat berkualitas dengan sejumlah pemain kelas dunia sehingga kemenangan Inggris tidak diraih dengan mudah.
“Mungkin dia mengharapkan lebih banyak secara taktik. Namun, dia tidak merasakan bagaimana bermain menghadapi Erling Haaland, Martin Ødegaard, Antonio Nusa, dan Alexander Sørloth. Itu bukan tim yang mudah untuk dihadapi,” ujar Bellingham.
Ia juga menegaskan pentingnya menjaga atmosfer positif di ruang ganti menjelang laga semifinal.
“Saya pikir kami telah mencoba menciptakan lingkungan yang positif dan kami harus mempertahankannya hingga semifinal. Saya sangat menghargai semua pemain,” tambahnya.
Pada babak semifinal, Inggris dijadwalkan menghadapi pemenang pertandingan Argentina melawan Swiss. (faw/but)






