Surabaya (beritajatim.com) – Momen penuh nostalgia mewarnai laga ekshibisi yang mempertemukan para legenda dan insan sepak bola Indonesia.
Dua pelatih senior, Aji Santoso dan Jacksen F. Tiago, untuk pertama kalinya berbagi peran sebagai duet pelatih dalam pertandingan bertajuk fun match, Senin (6/7/2026).
Meski hanya bersifat hiburan, kebersamaan dua nama besar sepak bola nasional itu menjadi perhatian para pecinta sepak bola. Di pinggir lapangan, keduanya terlihat kompak menyusun strategi dan memimpin tim yang diperkuat lebih dari 30 pemain.
Aji Santoso mengaku menikmati kesempatan berkolaborasi dengan Jacksen F. Tiago. Menurut mantan pelatih Persebaya Surabaya itu, rekam jejak Jacksen sebagai pelatih merupakan salah satu yang terbaik di Indonesia.
“Kita tahu reputasi melatih beliau sangat bagus. Pelatih berpengalaman dan sering juara. Luar biasa Coach Jacksen,” ujar Aji Santoso, Senin (6/7/2026).
Tak hanya memberikan pujian, Aji juga mengenang kebersamaannya dengan Jacksen saat keduanya masih aktif sebagai pemain. Ia melontarkan candaan yang mengundang tawa tentang perannya membantu striker asal Brasil tersebut mencetak banyak gol.
“Tapi dulu waktu masih main, saya umpanin terus dia, jadi top skor dia. Enggak, enggak, sudah enggak bisa main lagi saya, sudah enggak bisa,” ucapnya sambil berseloroh.
Dalam laga tersebut, Aji dan Jacksen menangani skuad berisi lebih dari 30 pemain. Aji menjelaskan bahwa pembagian tugas dilakukan secara sederhana melalui komunikasi dan diskusi tanpa ada pembagian peran yang kaku.
“Tadi diskusi sama Coach Jacksen. Waktu memang pemain ada sekitar hampir 30 lebih, saya nyatat: ‘Coach Jacksen, ini sudah saya atur, Coach Jacksen milih pemain terserah.’ ‘Oh saya pilih ini,’ ya sudah. Enggak ada milih-milih (yang kaku), enggak ada,” jelas mantan pelatih Persebaya tersebut.
Menurut Aji, suasana kekeluargaan menjadi prioritas utama dalam pertandingan tersebut. Karena itu, dirinya tidak memberikan instruksi taktis secara berlebihan kepada para pemain.
Sebaliknya, ia meminta seluruh peserta bermain dengan santai, menjaga kondisi fisik, serta menghindari cedera. Baginya, keselamatan pemain jauh lebih penting dibandingkan hasil akhir pertandingan.
Aji juga mengingatkan para pemain agar tidak memaksakan diri apabila merasa kelelahan dan segera meminta pergantian demi menghindari risiko cedera maupun gangguan kesehatan setelah pertandingan.
“Seperti yang Coach Jacksen sampaikan tadi, untuk hasil pertandingan sangat tidak penting sekali. Ini bukan kompetisi, hanya silaturahmi saja,” tutupnya.
Laga ekshibisi tersebut menjadi ajang reuni sekaligus mempererat hubungan antarpelaku sepak bola Indonesia. Selain menghadirkan hiburan bagi para pencinta sepak bola, kebersamaan Aji Santoso dan Jacksen F. Tiago memperlihatkan bahwa semangat sportivitas, persahabatan, dan silaturahmi tetap menjadi nilai penting yang terus dijaga, bahkan setelah keduanya menorehkan prestasi sebagai pemain maupun pelatih di kancah sepak bola nasional.
Apabila ditujukan untuk beritajatim.com, artikel ini juga berpotensi memperoleh performa SEO yang baik dengan kata kunci seperti Aji Santoso, Jacksen F. Tiago, fun match, legenda sepak bola Indonesia, dan Persebaya yang tersebar secara alami di dalam naskah. (way/ted)






