Yogyakarta (beritajatim.com) – Imbauan Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengenai tingginya kandungan natrium dalam kecap memicu perhatian publik. Edukasi tersebut mendapat dukungan dari kalangan akademisi, termasuk Ahli Gizi Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FKKMK) Universitas Gadjah Mada (UGM), Dr. Toto Sudargo, M.Kes.
Menurut Toto, informasi yang disampaikan Menteri Kesehatan penting karena masih banyak masyarakat yang belum menyadari bahwa kecap mengandung natrium dalam jumlah cukup tinggi. Kandungan natrium dalam satu sendok makan kecap bahkan dapat mencapai sekitar 350–500 miligram, sehingga konsumsi beberapa sendok sekaligus berpotensi melampaui batas asupan natrium harian yang direkomendasikan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yakni 2.000 miligram per hari.
Ia menilai langkah Menteri Kesehatan merupakan bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat meski menuai beragam tanggapan.
“Pesan seperti ini memang bisa memunculkan pro dan kontra. Namun, saya melihatnya sebagai bentuk perhatian pemerintah agar masyarakat lebih sadar terhadap pola makan yang sehat,” ujarnya dalam siaran pers.
Mengapa Kecap Mengandung Natrium Tinggi?
Toto menjelaskan tingginya kadar natrium pada kecap tidak muncul tanpa alasan. Proses pembuatannya melibatkan tahapan fermentasi dan penambahan garam yang berfungsi sebagai pengawet sekaligus pembentuk cita rasa.
Mulai dari pengolahan kedelai hingga menjadi bumbu penyedap, garam menjadi bagian penting dalam proses produksi. Hal inilah yang membuat kandungan natrium pada kecap relatif tinggi dibandingkan bahan pelengkap makanan lainnya.
Boleh Makan Soto Pakai Kecap, Asal Tetap Seimbang
Meski demikian, Toto menegaskan masyarakat tidak perlu takut mengonsumsi kecap. Menurutnya, penggunaan kecap sebagai pelengkap makanan tetap aman selama porsinya tidak berlebihan dan diimbangi dengan menu bergizi.
Sebagai contoh, soto yang dilengkapi sayuran seperti kol, tomat, dan daun seledri dinilai lebih seimbang dibandingkan soto yang hanya berisi kuah dan daging dengan tambahan kecap dalam jumlah banyak.
Ia mengingatkan bahwa sayuran berperan melengkapi kebutuhan gizi sekaligus membantu menjaga keseimbangan nutrisi dalam satu porsi makanan.
“Kalau isi sotonya lengkap dengan sayuran, komposisi gizinya menjadi lebih baik. Yang perlu dihindari adalah kebiasaan menambahkan kecap terlalu banyak pada makanan yang minim serat,” jelasnya.
Sayur dan Buah Membantu Menjaga Keseimbangan Asupan Natrium
Toto juga mendorong masyarakat untuk memperbanyak konsumsi sayur dan buah setiap kali menikmati makanan dengan cita rasa gurih maupun manis.
Menurutnya, kandungan vitamin, mineral, dan serat pada sayuran serta buah-buahan berkontribusi menjaga keseimbangan nutrisi tubuh sekaligus mendukung kesehatan secara keseluruhan.
Natrium Tetap Dibutuhkan Tubuh
Di balik kekhawatiran terhadap konsumsi garam berlebih, Toto mengingatkan bahwa natrium tetap merupakan mineral penting bagi tubuh. Zat ini berfungsi menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit, serta mendukung kerja otot dan sistem saraf.
Karena itu, yang perlu diperhatikan bukan menghindari natrium sepenuhnya, melainkan menjaga jumlah konsumsinya agar tetap sesuai kebutuhan tubuh.
Berapa Batas Aman Mengonsumsi Kecap?
Mengingat kecap sudah menjadi bagian dari berbagai masakan khas Indonesia, Toto tidak menyarankan masyarakat menghentikan konsumsi kecap. Ia hanya mengimbau agar penggunaannya lebih bijak.
Menurutnya, **sekitar satu sendok makan kecap dalam satu kali makan sudah cukup** untuk memberikan cita rasa tanpa meningkatkan asupan natrium secara berlebihan.
Selain itu, kecap sebaiknya tidak selalu dikonsumsi setiap hari sehingga total asupan natrium tetap terjaga.
Risiko Tidak Terjadi Seketika
Toto menekankan bahwa konsumsi makanan tinggi natrium tidak langsung menyebabkan penyakit dalam waktu singkat. Namun, kebiasaan mengonsumsi natrium secara berlebihan dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi atau hipertensi yang menjadi pintu masuk berbagai penyakit kardiovaskular.
Karena itu, masyarakat diimbau membangun pola makan seimbang sejak dini dengan membatasi penggunaan bumbu tinggi natrium, memperbanyak sayur dan buah, serta tetap memperhatikan variasi makanan sehari-hari.
“Yang perlu dihindari adalah konsumsi berlebihan. Selama kecap digunakan secukupnya dan pola makan tetap seimbang, masyarakat tidak perlu khawatir untuk menikmatinya,” pungkas Toto. [aje]






