Gresik (beritajatim.com)- Di tengah perkembangan kawasan hunian yang terus tumbuh di Kabupaten Gresik, puluhan warga Perumahan Manyar Riverside, Desa Peganden, Kecamatan Manyar, masih harus berjuang mendapatkan kebutuhan paling mendasar, yakni air bersih.
Hingga pertengahan 2026, jaringan air bersih dari Perumda Giri Tirta (PDAM) belum juga tersambung ke kawasan perumahan tersebut. Akibatnya, warga terpaksa mengandalkan pasokan air dari tandon yang harus dibeli secara rutin dengan biaya tambahan yang tidak sedikit setiap bulannya.
Salah seorang warga, Arivin mengaku keluarganya harus membeli air bersih hingga tiga kali dalam sepekan demi memenuhi kebutuhan sehari-hari, mulai dari memasak, mandi hingga mencuci.
“Selama menempati rumah di sini, kami masih membeli air untuk kebutuhan sehari-hari karena jaringan PDAM belum masuk ke perumahan,” ujarnya, Senin (22/6/2026).
Setiap kali membeli, warga harus mengeluarkan biaya sekitar Rp30 ribu untuk satu tandon atau per meter kubik air. Jika dihitung dalam sebulan, pengeluaran tambahan tersebut menjadi beban tersendiri bagi warga yang berharap dapat menikmati layanan air bersih layaknya masyarakat di kawasan lain.
Keluhan warga sebenarnya sudah disampaikan dalam pertemuan yang digelar awal Juni 2026 di Balai Desa Peganden. Rapat tersebut mempertemukan perwakilan warga Manyar Riverside, manajemen perumahan, pihak Perumda Giri Tirta, serta perangkat Desa Peganden.
Namun, harapan warga untuk segera mendapatkan kepastian belum juga terwujud. Hingga kini, belum ada solusi konkret yang mampu mengakhiri ketergantungan warga terhadap pasokan air tandon.
Dalam forum tersebut, muncul persoalan baru berupa permintaan kompensasi dari sebagian warga di wilayah yang akan dilintasi jalur pipa PDAM menuju Manyar Riverside. Kondisi ini menjadi salah satu penghambat realisasi pemasangan jaringan air bersih.
“Harapan kami ada solusi dari pihak manajemen Manyar Riverside agar jaringan PDAM bisa segera masuk dan warga tidak terus-menerus membeli air,” imbuh Arivin.
Sementara itu, Direktur Teknik Perumda Giri Tirta Gresik, Hartadi Agung Sutono, menjelaskan bahwa secara teknis proyek penyediaan air bersih ke Manyar Riverside sebenarnya telah siap dijalankan.
Menurutnya, seluruh kebutuhan material dan jaringan pipa telah tersedia sehingga proses pemasangan tinggal menunggu penyelesaian kendala di lapangan.
“Rencana awal jalur pipa memang melewati wilayah Manyar menuju Manyar Riverside. Perlengkapan sudah lengkap, pipanya juga sudah siap dipasang,” ungkap Hartadi.
Ia menambahkan, apabila jalur pipa harus dialihkan ke rute lain, maka Perumda Giri Tirta harus melakukan pengadaan material dan perencanaan ulang yang tentu memerlukan waktu lebih lama serta biaya tambahan.
“Kalau rutenya diubah, kami harus melakukan pengadaan kembali dan perencanaan ulang. Itu akan memerlukan proses yang lebih panjang,” ungkapnya.
Di tengah tarik ulur penyelesaian persoalan tersebut, warga Perum Manyar Riverside hanya berharap satu hal sederhana. Yakni air bersih bisa mengalir ke rumah mereka tanpa harus terus-menerus mengeluarkan biaya tambahan setiap minggu. (dny/ted)






