Malang (beritajatim.com) – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang mengambil langkah tegas guna memastikan transparansi selama pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB). Seluruh unit Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri di Kota Malang diwajibkan membuka posko pelayanan pengaduan bagi masyarakat.
Langkah ini diambil untuk mengantisipasi adanya keluhan seputar proses seleksi hingga potensi terjadinya praktik pungutan liar (pungli) di lingkungan sekolah. Kepala Disdikbud Kota Malang, Suwarjana, S.E., M.M., menegaskan bahwa posko aduan terus bersiaga hingga memasuki masa orientasi bagi peserta didik baru.
“Kami membuka posko di seluruh sekolah negeri, baik SD maupun SMP, sepanjang masa penerimaan murid baru ini. Layanan tetap berjalan sampai nanti pelaksanaan MOS (Masa Orientasi Siswa). Biasanya pada momen MOS tersebut masyarakat atau orang tua murid masih kerap merasa bingung terkait adanya potensi tarikan dana dan sebagainya,” ujar Suwarjana saat ditemui pada Senin (22/6/2026).
Meskipun tahapan pendaftaran saat ini didominasi oleh jenjang SMP, Suwarjana menyebut pihak sekolah dasar negeri tetap memiliki tanggung jawab moral untuk memberikan pelayanan informasi kepada masyarakat.
Selain tersebar di masing-masing satuan pendidikan, Disdikbud Kota Malang juga mendirikan pusat pengaduan utama (posko besar) yang berlokasi di Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Jalan Veteran Nomor 19, Kota Malang. “Jangan ada kekhawatiran. Posko di tingkat sekolah dijalankan secara mandiri oleh masing-masing SD dan SMP negeri,” imbuhnya.
Hingga memasuki pekan ini, Disdikbud Kota Malang mengklaim pelaksanaan SPMB tahun ajaran baru berjalan aman dan kondusif. Berdasarkan pemantauan di lapangan, seluruh rangkaian tahapan berjalan sesuai dengan petunjuk teknis (juknis) yang telah ditetapkan.
Suwarjana menambahkan, indikator kelancaran proses SPMB tahun ini terlihat dari minimnya gejolak atau keluhan negatif dari para wali murid, baik yang disampaikan secara langsung maupun melalui platform media sosial.
“Indikator atau barometernya jelas, proses ini berjalan lancar berkat kerja sama bapak dan ibu sekalian. Sampai detik ini tidak ada masyarakat yang melayangkan protes, baik di media sosial maupun di aplikasi video seperti TikTok,” paparnya.
Menurut data Disdikbud, kelancaran ini juga terjadi pada pelaksanaan tahap sebelumnya yang meliputi jalur afirmasi, mutasi orang tua, serta jalur perpindahan tugas guru dan tenaga kependidikan (GTK). Sementara untuk pekan ini, proses seleksi difokuskan penuh pada jalur prestasi akademik.
“Minggu ini jadwalnya untuk jalur prestasi akademik, terhitung sejak hari Senin sampai Rabu. Hasilnya kemungkinan besar diumumkan pada hari Jumat nanti. Kemudian disusul minggu depan untuk jalur prestasi non-akademik,” jelas Suwarjana merinci lini masa pendaftaran.
Ketika disinggung mengenai intensitas laporan atau permohonan fasilitas pencarian data yang masuk ke posko utama dinas, Suwarjana memastikan jumlahnya relatif sangat kecil dan tidak signifikan. Hal ini dinilai sebagai bukti bahwa sistem sosialisasi juknis SPMB ke tingkat bawah telah dipahami dengan baik oleh masyarakat luas.
“Kalau ditanya yang datang ke kantor dinas, jika saya bilang sama sekali tidak ada nanti dikira saya berbohong. Tapi kenyataannya memang sangat sedikit. Ini menjadi barometer kuat bagi kami bahwa seluruh proses SPMB berjalan dengan baik dan konsisten mematuhi juknis yang ada,” pungkasnya. (dan/kun)






