Ringkasan Berita:
- Pengendara mengeluhkan sulit mendapatkan Pertalite di SPBU Jalan Raya Pliyang, Sampang.
- Pengelola SPBU mengakui stok Pertalite kosong selama beberapa hari terakhir.
- Kekosongan terjadi karena SPBU dikenai sanksi oleh Pertamina.
- Sanksi diberikan setelah muncul dugaan penjualan BBM menggunakan jeriken yang sempat viral.
Sampang (beritajatim.com) – Sejumlah pengendara sepeda motor mengeluhkan sulitnya memperoleh bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite di SPBU yang berada di Jalan Raya Pliyang, Kabupaten Sampang.
Kondisi tersebut telah berlangsung selama beberapa hari terakhir sehingga membuat banyak pengendara terpaksa membeli BBM nonsubsidi dengan harga yang lebih tinggi.
Salah seorang pengendara, Ubed, mengaku sudah beberapa kali mendatangi SPBU tersebut untuk membeli Pertalite. Namun, setiap kali datang, ia selalu mendapat informasi bahwa stok sedang kosong.
Akibatnya, ia memilih membeli Pertamax daripada harus mencari SPBU lain yang belum tentu masih memiliki persediaan Pertalite.
“Sudah beberapa kali saya datang ke SPBU itu untuk membeli Pertalite, tetapi selalu diberitahu stoknya kosong. Akhirnya saya terpaksa membeli Pertamax daripada harus berkeliling mencari SPBU lain,” ujar Ubed, Rabu (17/6/2026).
Kondisi tersebut memunculkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat. Sebagian warga menduga kelangkaan Pertalite sengaja dibiarkan agar konsumen beralih menggunakan BBM nonsubsidi seperti Pertamax.
Menanggapi hal itu, Pengawas SPBU Sampang, Agus Kurniawan, membenarkan bahwa stok Pertalite di SPBU tersebut memang kosong dalam beberapa hari terakhir.
Namun, ia membantah kekosongan itu berkaitan dengan upaya mengarahkan konsumen membeli Pertamax.
“Iya benar, sudah beberapa hari ini kosong. Kami sedang terkena sanksi dari Pertamina,” kata Agus.
Menurut Agus, penghentian pasokan Pertalite merupakan konsekuensi atas sanksi yang dijatuhkan Pertamina.
Sanksi tersebut diduga berkaitan dengan temuan penjualan BBM menggunakan jeriken yang sempat viral beberapa waktu lalu dan diduga melibatkan salah satu pegawai SPBU.
“Kemarin sempat viral karena ada dugaan pegawai kami melayani pembelian BBM menggunakan jeriken. Karena itu kami dikenai sanksi dan untuk sementara tidak mendapat pasokan Pertalite,” jelasnya.
Meski telah menjelaskan penyebab kekosongan stok, pihak SPBU belum memberikan keterangan lebih lanjut mengenai isu yang berkembang di masyarakat terkait dugaan kelangkaan Pertalite maupun Solar di wilayah Sampang yang disebut-sebut bertujuan mendorong masyarakat beralih menggunakan Pertamax. [sar/beq]






