Ada tiga tokoh penting yang menjadi hikayat dalam Piala Dunia 1966 di Inggris. Pickels. Pak Doo-ik. Geoff Hurst.
Tokoh pertama adalah seekor anjing yang menyelamatkan muka Kerajaan Inggris. Tanpa Pickles, tim nasional Tiga Singa tidak akan memegang trofi Jules Rimet.
Betapa tidak, beberapa bulan jelang Piala Dunia digelar, tepatnya Maret 1966, trofi Jules Rimet dicuri dari tempat pameran. Ini ironi terbesar sepanjang sejarah penyelenggaraan turnamen. Saat Perang Dunia II, trofi ini berhasil diamankan dari pencarian Nazi. Namun kurang lebih dua dasawarsa setelah perang selesai, trofi itu justru raib.
Setelah pencarian selama sepekan, trofi tersebut akhirnya ditemukan dalam keadaan utuh di sebuah semak di London Selatan oleh Pickles. anjing milik seorang kuli angkut bernama Dave Corbett.
Berkat anjingnya, Corbett mengumpulkan £6.000 dalam bentuk berbagai hadiah. Pickles menjadi selebriti, dan dinobatkan sebagai Anjing Terbaik Tahun Ini di Inggris dan Jerman. Ia juga menjadi cameo dalam sebuah film tentang insiden tersebut dan mendapat pasokan makanan anjing gratis selama beberapa tahun.
Piala Dunia 1966 bukan hanya happy ending bagi seekor anjing, tapi juga seorang pemain yang tak masyhur dari Korea Utara bernama Pak Doo-Ik. Tergabung dalam Grup 4 bersama Uni Soviet, Italia, dan Chile, Korea Utara sama sekali tidak diunggulkan.
Apalagi dalam pertandingan pertamanya, Korea Utara dihajar Soviet 0-3. Sementara Italia mengalahkan Chile 2-0.
Pintu lolos ke babak perempat final terbuka, setelah dalam pertandingan kedua melawan Chile, Pak Seung-zin mencetak gol penyama kedudukan 1-1, hanya dua menit sebelum pertandingan selesai dalam waktu normal. Sementara Uni Soviet mengalahkan Italia 1-0.
Tapi tentu saja rakyat Korea Utara tidak bermimpi terlalu jauh. Lawan terakhir mereka adalah Italia, sang juara dunia dua kali. Namun bola hasil tendangan mendatar ak Doo-ik pada menit ke-41 gagal diselamatkan kiper Enrico Albertosi dan mengirimkan tim Italia pulang kampung.
Korea Utara menjadi negara Asia pertama yang lolos ke perempat final, mendampingi Uni Soviet yang menjadi juara Grup 4.
Kejutan tim Korea Utara ini menampat muka FIFA yang sebelumnya diprotes oleh negara-negara Afrika, karena hanya memberikan satu kuota putaran final yang diperebutkan negara-negara benua tersebut, Asia, dam Australia.
Gara-gara sistem kualifikasi Piala Dunia yang tak adil itu seluruh tim Afrika yang mengikuti proses kualifikasi memilih mundur sebagai bentuk protes. Akibatnya, hanya tersisa sedikit negara dari kawasan Afrika, Asia, dan Australasia yang memperebutkan satu tempat di putaran final. Korea Utara lolos dari setelah mengalahkan Australia dalam babak penentuan.
Di babak perempat final, Korea Utara akan menghadapi Portugal yang berhasil menjadi juara Grup 3. Dipimpin Eusebio, Portugal memenangi seluruh pertandingan, termasuk saat mengalahkan juara bertahan Brasil 3-1.
Sebenarnya Brasil tampil tidak buruk. Berkat gol Pelé pada menit ke-15 dan Garrincha pada menit ke-63 yang dicetak dari skema tendangan bebas langsung, Brasil berhasil mengalahkan Bulgaria 2-0.
Namun cedera yang dialami Pele membuat Brasil kalah dengan skor 1-3, masing-masing dari Hungaria dan Portugal. Kedua negara tersebut lolos ke perempat final, sementara Brasil berada di peringkat ketiga klasemen grup.
Di Grup 2, Franz Beckenbauer dan Helmut Haller menjadi protagonis yang membawa Jerman Barat ke perempat final bersama Argentina, setelah sukses menyingkirkan Spanyol dan Swiss.
Sementara itu Inggris mengawali pertandingan di Grup 1 dengan hasil imbang tanpa gol melawan Uruguay yang menerapkan permainan sangat defensif. Gol spektakuler Bobby Charlton menjadi bagian dari episode kemenangan 2-0 Inggris atas Meksiko.
Kemenangan 2-0 atas Prancis pada pertandingan terakhir grup memastikan langkah Inggris ke perempat final. Striker Jimmy Greaves dalam pertandingan itu mengalami cedera, sehingga harus absen pada pertandingan berikutnya. Pelatih Alf Ramsey memberikan kesempatan kepada Geoff Hurst untuk menggantikan Greaves.
Uruguay menemani Inggris lolos dari Grup 1 setelah mengalahkan Prancis 2-1 dan menahan imbang Meksiko 0-0.
Korea Utara nyaris mengulangi keajaiban dalam babak perempat final, di Stadion Goodison Park, di Kota Liverpool. Pak Seung-zin mengejutkan Portugal dengan mencetak gol cepat pada menit pertama pertandingan.
Belum habis keterkejutan penonton, Li Dong-woon menambah keunggulan bagi Korea Utara pada menit 22. Tiga menit kemudian skor berubah menjadi 3-0 setelah Yang Seung-kook menjebol gawang Portugal.
Korea Utara tinggal mempertahankan keunggulan tiga gol itu selama 45 menit babak kedua. Namun Eusebio menjadi pembeda. Empat gol yang dicetaknya membantu Portugal membalikkan keadaan dan menang 5-3.
Di pertandingan perempat final lainnya, Uni Soviet mengalahkan Hungaria 2-1. Jerman Barat menghancurkan Uruguay 4-0 dalam pertandingan yang berlangsung keras.
Pertandingan terpanas hadir saat Inggris menghadapi Argentina di Stadion Wembley. Kapten Argentina Antonio Rattin diusir dari lapangan setelah berselisih dengan wasit Rudolf Kreitlein.
Namun Rattin menolak meninggalkan lapangan. Keributan meletus dengan melibatkan banyak pemain dan ofisial. Di tengah suasana tegang itu, Geoff Hurst mencetak gol tunggal yang membawa Inggris menang 1-0 dan lolos ke semifinal.
Semifinal mempertemukan Inggris dengan Portugal dan Jerman Barat dengan Uni Soviet. Pertandingan Inggris melawan Portugal dianggap sebagai salah satu laga terbaik turnamen, karena berlangsung terbuka. Kedua tim bermain menyerang.
Bintang Inggris Bobby Charlton mencetak dua gol yang membawa Inggris unggul. Eusebio sempat memperkecil ketertinggalan melalui tendangan penalti,. Namun itu tak cukup menyelamatkan Portugal yang kalah 1-2. Di semifinal lainnya, Jerman Barat mengalahkan Uni Soviet 2-1 melalui gol Helmut Haller dan Franz Beckenbauer.
Partai puncak antara Inggris dan Jerman Barat digelar di Wembley pada 30 Juli 1966. Di hadapan hampir 100 ribu penonton dan ratusan juta pemirsa televisi di seluruh dunia, pertandingan berlangsung sangat ketat.
Jerman Barat unggul lebih dahulu melalui Helmut Haller pada menit 12 setelah memanfaatkan kesalahan lini belakang Inggris. Enam menit kemudian Geoff Hurst menyamakan kedudukan lewat sundulan memanfaatkan tendangan bebas Bobby Moore.
Pada babak kedua, Inggris berbalik unggul melalui Martin Peters pada menit 78. Namun Wolfgang Weber menginterupsi kegembiraan publik tuan rumah dengan mencetak gol penyama kedudukan bagi Jerman Barat semenit sebelum pertandingan berakhir.
Babak tambahan waktu menghadirkan kontroversi saat Geoff Hurst melepaskan tembakan yang membentur mistar gawang dan memantul ke tanah pada menit 101. Gol atau tidak?
Wasit Gottfried Dienst asal Swiss berkonsultasi dengan hakim garis Tofiq Bahramov yang menyatakan bola telah melewati garis gawang. Gol disahkan dan Inggris unggul 3-2. Keputusan itu diperdebatkan hingga bertahun-tahun kemudian, karena tayangan televisi tidak mampu memberikan kepastian mutlak.
Tertinggal satu gol, Jerman Barat menyerang habis-habisan dan membuka ruang bagi Inggris untuk melakukan serangan balik. Menjelang pertandingan berakhir, Geoff Hurst mencetak gol ketiganya dan memastikan kemenangan Inggris 4-2.
Hurst menjadi pemain pertama yang mencetak hattrick dalam final Piala Dunia. Tiga pulu dua tahun kemudian, Juni 1998, dia dinobatkan menjadi ksatria Knight Bachelor dan mendapat gelar “Sir” dari Ratu Elizabeth II dalam acara Queen’s Birthday Honours List.
Di podium kehormatan, kapten Bobby Moore menerima Trofi Jules Rimet dari Ratu Elizabeth II. Penonton bersorak. Sepak bola akhirnya pulang ke rumah. Dengan kontroversi. Dan berkat Pickles.
Oryza A. Wirawan,
Jurnalis Senior beritajatim.com, member Bonek Writer Forum.






