Surabaya (beritajatim.com)- Momen Iduladha selalu identik dengan stok daging kurban yang melimpah di rumah. Namun, banyak orang masih kesulitan mengolah daging agar hasilnya empuk dan mudah dikunyah. Tidak sedikit pula daging menjadi alot meski sudah dimasak dalam waktu lama. Padahal, untuk mendapatkan tekstur daging yang lembut, diperlukan teknik pengolahan yang tepat sejak awal proses memasak. Mulai dari cara memotong hingga teknik memasaknya, semua berpengaruh pada hasil akhir hidangan.
Awali dengan Cara Memotong yang Tepat
Kunci utama daging empuk dimulai sebelum proses memasak. Salah satu langkah penting yang sering diabaikan adalah memotong daging melawan arah serat. Teknik ini membantu memutus serat otot sehingga daging lebih mudah dikunyah setelah matang.
Selain itu, pelunak alami juga bisa dimanfaatkan untuk membantu melembutkan tekstur daging. Parutan nanas atau daun pepaya kerap digunakan karena mengandung enzim alami yang dapat membantu mengempukkan daging saat proses marinasi.
Pemilihan bagian daging juga perlu diperhatikan. Untuk masakan seperti rendang atau gulai, bagian sengkel, iga, atau sandung lamur lebih cocok digunakan karena memiliki banyak jaringan ikat yang akan menjadi lembut setelah dimasak lama. Bagian ini juga menghasilkan rasa gurih yang lebih kaya.
Teknik Memasak Perlahan Bikin Daging Lebih Lembut
Meski banyak orang mengandalkan panci presto untuk mengempukkan daging dengan cepat, sebenarnya tekstur lembut juga bisa didapat melalui teknik memasak perlahan, pemilihan potongan daging yang tepat, hingga proses marinasi yang benar. Teknik memasak dengan api kecil dalam waktu lama atau low and slow menjadi salah satu cara yang banyak digunakan agar daging lebih empuk dan bumbu meresap sempurna. Proses memasak selama satu hingga dua jam membuat tekstur daging lebih lembut tanpa merusak seratnya.
Ada pula teknik sweating, yaitu membiarkan daging mengeluarkan cairan alaminya sendiri di atas api kecil sebelum ditambahkan air atau santan. Cara ini dapat memperkuat cita rasa alami daging sekaligus membuat masakan lebih tahan lama. Meski begitu, penggunaan panci presto tetap bisa menjadi pilihan praktis bagi yang ingin menghemat waktu memasak tanpa mengurangi kelembutan tekstur daging.
Jangan Lupakan Marinasi dan Proses Istirahat Daging
Selain tekstur, rasa juga menjadi hal penting dalam mengolah daging kurban. Untuk menu bakaran, marinasi sebaiknya dilakukan lebih lama, bahkan semalaman di dalam kulkas agar bumbu meresap hingga ke dalam daging.
Saat proses memanggang, lakukan teknik basting atau mengoleskan sisa bumbu dan lemak ke permukaan daging secara berkala agar daging tetap lembap dan tidak kering.
Hal lain yang sering terlupakan adalah proses resting. Setelah matang, daging panggang sebaiknya didiamkan selama 15–20 menit sebelum dipotong agar sari daging kembali merata ke seluruh bagian.
Sementara itu, masakan berbumbu pekat seperti rendang biasanya justru terasa lebih nikmat jika disajikan keesokan harinya karena bumbu telah lebih meresap dan rasa semakin matang. Dengan teknik persiapan dan cara memasak yang tepat, daging kurban di rumah bisa diolah menjadi hidangan empuk dan lezat layaknya masakan restoran. [Meychel Salsabyla]






