Ringkasan Berita:
- Tiga perusahaan makanan asal Indonesia lolos sertifikasi BPOM dan SFDA untuk memasok makanan siap santap jemaah haji.
- Paket makanan siap santap akan didistribusikan langsung ke hotel jemaah mulai 23 Mei 2026 atau 6 Dzulhijjah 1447 H.
- Perusahaan Indonesia menyuplai konsumsi pada 7, 8, dan 13 Dzulhijjah, mengapit masa pelayanan syarikah di Arafah-Mina.
Makkah (beritajatim.com) – Tiga perusahaan asal Indonesia resmi memasok paket makanan siap santap (ready to eat) bercita rasa Nusantara untuk menjamin pemenuhan asupan nutrisi jemaah haji Indonesia menjelang dan sesudah fase puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Langkah strategis ini diambil guna memastikan 158.978 jemaah nasional tetap mendapatkan konsumsi berkualitas tinggi yang akrab di lidah guna mempertahankan kebugaran fisik mereka.
Wartawan beritajatim.com, Muhammad Isnan yang tergabung dalam Media Center Haji (MCH) Kemenhaj RI melaporkan dari Arab Saudi, kepastian keterlibatan korporasi domestik ini dimatangkan usai rapat koordinasi teknis bersama para penyedia layanan konsumsi di Makkah pada Jumat (15/5/2026) malam waktu Arab Saudi.
Kehadiran menu lokal ini sekaligus menjadi solusi adaptasi logistik yang sangat dinantikan oleh ribuan jemaah asal Kabupaten/Kota di Jawa Timur yang sedang menyesuaikan diri dengan paparan suhu ekstrem Makkah yang menyentuh angka 43 derajat Celsius.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji Kemenhaj, Jaenal Effendi, mengungkapkan bahwa total ada lima perusahaan yang dilibatkan dalam memitigasi kebutuhan logistik darurat ini. Dari jumlah tersebut, mayoritas merupakan produsen makanan yang didatangkan langsung dari tanah air.
“Ada tiga perusahaan di Indonesia, kemudian di Saudi ini ada dua perusahaan. Semua melakukan kerja sama,” ungkap Jaenal Effendi usai menggelar pertemuan dengan pemilik dapur penyedia makanan jemaah haji Indonesia di Makkah.
Tiga perusahaan Indonesia yang dipercaya memegang proyek vital ini adalah PT Halalan Thayyiban Indonesia, PT Indo Niaga Agro, dan PT Laukita Bersama Indonesia.
Jaenal menegaskan bahwa seluruh produk katering dari perusahaan Indonesia tersebut telah melewati uji klinis dan standardisasi ketat dari otoritas regulasi kedua negara. Produk makanan matang ini dipastikan mengantongi izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Indonesia serta Saudi Food and Drug Authority (SFDA) di Arab Saudi.
Jadwal Distribusi Logistik Hotel dan Masyair
Sesuai dengan skema pergerakan jemaah, perusahaan-perusahaan Indonesia ini dijadwalkan menyuplai konsumsi pada tanggal 7, 8, dan 13 Dzulhijjah 1447 H, atau bertepatan dengan tanggal 24, 25, dan 30 Mei 2026.
Mekanisme ini memastikan makanan siap santap berwujud boks higienis sudah tersedia di kamar hotel sesaat sebelum jemaah bertolak ke Padang Arafah dan langsung menyambut mereka kembali saat ritual melontar jumrah di Mina selesai.
Kemenhaj menargetkan seluruh paket logistik penunjang stamina ini sudah masuk dan terdistribusi ke hotel-hotel pemondokan jemaah secara bertahap pada 23 Mei 2026 (6 Dzulhijjah).
Pengiriman lebih awal dilakukan untuk menghindari kemacetan total akibat penutupan jalur terminal bus shalawat oleh otoritas keamanan Makkah.
“Dari dapur [paket makanan siap santap] akan didistribusikan ke seluruh hotel yang ada. Mudah-mudahan ini bisa berjalan dengan baik, sehingga jemaah kita bisa tenang dalam melakukan ibadah. Masih ada sampai tanggal 6 [Dzulhijjah] nanti untuk menyiapkan segala sesuatunya,” urai Jaenal.
Ketika rangkaian puncak ibadah haji memasuki wilayah inti Masyair (Arafah, Muzdalifah, dan Mina) yang dimulai pada Senin, 25 Mei 2026 (8 Dzulhijjah) siang hingga Jumat, 30 Mei 2026 (13 Dzulhijjah) pagi, tanggung jawab penyediaan konsumsi harian akan dialihkan sementara kepada pihak syarikah Arab Saudi. Dua perusahaan yang ditunjuk resmi oleh Kemenhaj adalah Rakeen Mashariq dan Albait Guest.
Syarikah akan bertanggung jawab penuh menyalurkan konsumsi terjadwal selama jemaah melaksanakan wukuf hingga mabit. Begitu masa mabit di Mina berakhir dan jemaah berangsur kembali ke pemondokan masing-masing di Makkah, barulah pasokan makanan siap santap dari dapur perusahaan Indonesia kembali diaktifkan di hotel.
“Ini [makanan yang disediakan syarikah] sudah selesai, sudah siap untuk didistribusikan,” pungkas Jaenal. [ian/MCH/suf]






