Surabaya (beritajatim.com) – Belasan karakter fiksi populer menghiasi sampul buku koleksi perpustakaan Universitas Surabaya (Ubaya). Aksi kreatif ini menjadi cara para mahasiswa dalam memperingati Hari Buku Nasional yang jatuh tiap 17 Mei.
Mahasiswa Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) Fakultas Industri Kreatif (FIK) Ubaya ini menyulap arsip usang menjadi karya seni. Sebanyak 15 lukisan dipamerkan di Perpustakaan Kampus Ubaya Tenggilis.
Tokoh ikonik seperti Harry Potter, Sherlock Holmes, sampai karakter anime Gojo Satoru terpampang di sana. Para mahasiswa memanfaatkan media buku yang sudah melewati masa pakai sebagai kanvas.
Ketua Program Studi DKV Ubaya, Hedi Amelia Bella Cintya, menilai kegiatan ini bentuk intervensi desain terhadap budaya literasi. Mahasiswa diajak mengeksplorasi buku sebagai inspirasi dasar dalam pembuatan setiap karya seni rupa.
“Mahasiswa kami kali ini berhasil menangkap subteks dari penulis dan mewujudkannya dalam tarikan garis serta warna yang menarik,” ungkap Bella, Jumat (15/5/2026).
Latihan ini sekaligus mengasah kemampuan bercerita lewat visual yang menjadi identitas kuat bagi para calon desainer. Proses pengerjaan setiap sampul menghabiskan waktu sekitar empat jam saja di dalam ruang kelas. “Ini merupakan salah satu latihan visual storytelling yang menjadi ciri khas Prodi DKV Ubaya,” tambah Bella.
Direktur Perpustakaan Ubaya, Kristina, berharap pameran ini mampu mendorong minat baca di kalangan sivitas akademika. Ia menekankan urgensi interaksi fisik dengan buku sebagai penyeimbang ketergantungan masyarakat pada beragam perangkat elektronik.
“Selain menggali pengetahuan, membaca buku juga tidak kalah menyenangkan dibanding menggunakan gadget,” jelas Kristina.
Aktivitas membaca dianggap mampu mempertajam imajinasi dan memperkaya perbendaharaan kata bagi para mahasiswa. Kolaborasi ini diharapkan membuat suasana perpustakaan menjadi lebih segar, berwarna, serta tetap menyenangkan bagi setiap pengunjung.
“Kita dapat berimajinasi dan memvisualisasikan apa yang disampaikan penulis serta memperkaya kosakata yang dapat kita gunakan dalam kehidupan,” tutur Kristina.
Sementara itu, Kimberly Tanjaya, salah satu mahasiswa DKV Ubaya, mengaku sangat antusias menggambar karakter penyihir legendaris dari novel karya J.K. Rowling. Ia memilih teknik cat air untuk menghidupkan suasana magis pada karyanya tersebut.
“Baca buku Harry Potter itu saya terkagum, jadi kepikirannya Harry Potter,” seloroh Kimberly sambil menunjukkan hasil goresan kuasnya yang nampak sangat detail dan estetik.
Baginya, menyelami teks bacaan sangat membantu dalam memperkuat daya khayal sebelum mulai melukis. Eksplorasi visual semacam ini memberikan ruang gerak lebih luas bagi proses kreatif yang sedang ia jalani sekarang. “Menurut saya, eksplorasi visual dari bacaan membantu memperkuat imajinasi dalam proses kreatif,” imbuhnya.
Pameran ini merupakan bagian dari rangkaian “Ubaya Library Literacy Fest” yang berlangsung hingga 22 Mei 2026. Beragam agenda seperti bazar buku murah hingga seminar kearsipan turut meramaikan perhelatan tahunan di Kampus Multikultural tersebut. [ipl/kun]






