Pamekasan (beritajatim.com) – Bursa kandidat ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Pamekasan, mulai bermunculan seiring dengan digelarnya Musyawarah Cabang (Muscab) Ke-10 di Ballroom Hotel Cahaya Berlian, Jl Raya Panglegur 69-71 Pamekasan, Selasa (5/5/2026).
Agenda strategis lima tahunan di internal partai politik (parpol) berlogo Ka’bah, menjadi titik balik pergantian estafet kepemimpinan, sekaligus momentum penguatan konsolidasi parpol menghadapi pesta rakyat pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2029 mendatang.
“Muscab ini merupakan bagian dari organisasi partai yang dilaksanakan secara berjenjang, mulai dari Muktamar (Pusat), Muswil atau Musyawarah Wilayah (Provinsi), serta Muscab atau Musyawarah Cabang,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPC PPP Pamekasan, Wazirul Jihad.
Dalam Muscab X DPC PPP Pamekasan, pemilihan kepengurusan tidak dilaksanakan langsung, tetapi melalui mekanisme Tim Formatur beranggotakan lima unsur internal parpol. Meliputi perwakilan Dewan Pimpinan Pusat (DPP), Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Provinsi Jawa Timur, pengurus harian DPC, serta dua perwakilan Pimpinan Anak Cabang (PAC) tingkat Kecamatan.
“Tim Formatur akan menyusun dan mengusulkan struktur kepengurusan, mulai dari ketua, sekretaris, bendahara hingga kepengurusan lengkap. Selanjutnya ditetapkan melalui SK (Surat Keputusan) DPP,” ungkapnya.
Selain itu pihaknya juga memastikan Muscab di parpol yang dipimpinnya diarahkan untuk memperkuat soliditas internal, sekaligus menyusun langkah strategis menghadapi kontestasi politik mendatang. “Muscab ini momentum merapatkan barisan, fokus utama kami adalah meningkatkan kembali perolehan kursi PPP di Pemilu 2029,” tegasnya.
“Sebagai partai yang memiliki basis massa kuat di Pamekasan, PPP memikul tanggungjawab besar untuk menjaga konsistensi perjuangan politik yang selalu berpihak pada kepentingan masyarakat,” sambung pria yang akrab disapa Ra Wazir.
Pada momen tersebut, terdapat beberapa nama kader potensial yang mulai muncul di bursa kepemimpinan partai. Mulai dari Ahmadi, Ali Masykur, Mohammad Baqir Aminatullah, hingga Wazirul Jihad.
Namun Ra Wazir memastikan seluruh kader memiliki kesempatan yang sama, sekalipun keputusan akhir sepenuhnya berada ditangan Tim Formatur sesuai ketentuan parpol. “Artinya spirit kader itu sama, tapi penetapan kepengurusan tetap mengikuti mekanisme dan keputusan Tim Formatur yang ditetapkan DPP,” pungkasnya. [pin/but]






