Bojonegoro (beritajatim.com) – Menjelang Hari Raya Iduladha, harga hewan kurban di Kabupaten Bojonegoro mulai merangkak naik. Kenaikan paling terasa terjadi pada sapi, dengan selisih harga mencapai Rp1 juta hingga Rp3 juta per ekor dibanding hari biasa.
Saat ini, sapi kurban dipasarkan di kisaran Rp25 juta sampai Rp30 juta per ekor. Untuk sapi dengan bobot besar dan kualitas unggulan, harganya bahkan bisa mencapai Rp40 juta per ekor.
Marwoto, salah satu pedagang di Pasar Hewan Bojonegoro, mengatakan tren kenaikan harga mulai terlihat seiring meningkatnya minat pembeli terhadap sapi dewasa siap potong.
“Sekarang harga sudah naik, rata-rata Rp25 juta sampai Rp30 juta. Kalau kualitas bagus tentu lebih tinggi. Dibanding hari biasa, kenaikannya sekitar Rp2 juta sampai Rp3 juta per ekor,” ujarnya.
Menurut dia, permintaan datang tidak hanya dari masyarakat Bojonegoro, tetapi juga dari sejumlah daerah lain. Kondisi itu membuat aktivitas jual beli di pasar hewan semakin ramai.
Ia menyebut, penjualan sapi menjelang Iduladha mengalami peningkatan cukup tajam. Jika pada hari normal hanya terjual sekitar 8 hingga 10 ekor per hari, kini bisa mencapai 15 sampai 20 ekor. “Biasanya kalau mendekati kurban memang ramai. Penjualan bisa dua kali lipat,” tambahnya.
Pembeli disebut datang dari berbagai wilayah, seperti Lamongan, Tuban, hingga luar Jawa Timur, antara lain Yogyakarta, Bogor, Bandung, dan Jakarta.
Kenaikan harga maupun permintaan diperkirakan masih akan terus berlangsung dan mencapai puncaknya sekitar sepekan sebelum Iduladha.
Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Dinas Peternakan dan Perikanan memastikan ketersediaan hewan kurban tahun ini dalam kondisi aman, bahkan surplus.
Berdasarkan data terbaru, total stok hewan kurban mencapai 63.049 ekor. Jumlah tersebut terdiri dari 15.504 ekor sapi, 20.211 ekor kambing, dan 24.634 ekor domba.
Sementara kebutuhan hewan kurban masyarakat pada Iduladha 2026 diperkirakan meningkat dibanding tahun sebelumnya. Namun, dengan stok yang tersedia, kebutuhan tersebut diyakini tetap dapat terpenuhi. (lim/kun)






