Pamekasan (beritajatim.com) – Area Pantai Ambat, Kecamatan Tlanakan, Pamekasan, menjadi arena aksi nyata mahasiswa Pecinta Alam Universitas Madura (Mahapala UNIRA) Pamekasan, dengan melakukan penanaman 500 bibit mangrove bertajuk ‘Bumi Lestari’ dalam rangka memperingati Hari Bumi Se-Dunia, Rabu (22/4/2026).
“Pemilihan lokasi di Pantai Ambat ini didasarkan pada hasil survei mendalam, terlebih kami melihat abrasi pantai di Pamekasan, khususnya di Pantai Ambat, menjadi persoalan serius,” kata Ketua Mahapala UNIRA Pamekasan, Hendri Hermawan, Kamis (23/4/2026).
Pantai Ambat, Tlanakan, sengaja dijadikan arena penanaman mangrove sebagai langkah antisipatif sekaligus menyelesaikan persoalan abrasi di wilayah setempat. “Sebagai mahasiswa pecinta alam, kami ingin mengambil peran nyata sebagai pelopor dalam menjaga dan merawat bumi,” ungkapnya.
“Oleh karena itu, kami sangat berharap kegiatan ini dapat menjadi motivasi bagi pihak lain untuk bersama-sama berperan aktif dalam menjaga dan merawat bumi sebagai komitmen kolektif untuk mengurangi dampak negatif manusia terhadap lingkungan melalui tindakan berkelanjutan,” imbuhnya.
Beberapa langkah nyata yang bisa dilakukan meliputi pengurangan plastik sekali pakai, menghemat air dan energi, memilah sampah, menanam pohon, serta berjalan kaki atau bersepeda. Mulai dari diri sendiri adalah kunci keberlangsungan masa depan.
“Kami berharap semoga kegiatan yang sangat bermanfaat seperti ini bukan hanya dilakukan seja, tetapi harus dilakukan berkelanjutan dan terus menerus peduli terhadap alam,” kata Ketua Lembaga Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas), Basid.
Harapan dan dukungan serupa juga disampaikan Pengurus DPD KNPI Jawa Timur, Nur Faisal yang mengajak para pemuda khususnya mahasiswa agar dapat menjadi pelopor untuk merawat alam, dan memberikan dampak nyata bagi lingkungan.
“Karena kami meyakini bahwa deretan mangrove di pesisir pantai ini mampu menjadi ‘sabuk hijau’ yang dapat melindungi daratan dari hantaman ombak, sekaligus dapat menjadi opsi alternatif mengatasi abrasi, mari kita jaga mangrove ini sebagai warisan kehidupan,” tegas Nur Faisal.
Selain itu, pihaknya juga mengaiak masyarakat khususnya para pemuda dan mahasiwa untuk bersama-sama dan komitmen menjaga alam. “Kami mengajak seluruh elemen masyarakat, pemuda dan para pengunjung untuk memastikan 500 bibit yang ditanam hari ini tumbuh menjadi kesadaran kolektif demi masa depan pesisir kita,” pungkasnya. [pin/kun]






