Kediri (beritajatim.com) – Pabrik Gula (PG) Mritjan Kediri kembali mempertegas peran sosialnya bagi warga Kediri melalui penyelenggaraan pasar malam rakyat sebagai bagian dari tradisi tahunan menyambut musim giling 2026. Selain menjadi pusat keramaian, agenda ini dirancang secara strategis untuk memicu perputaran ekonomi lokal dengan melibatkan berbagai sektor UMKM dan pedagang kecil di kawasan operasional pabrik.
General Manager PG Mritjan Kediri, Tites Agung Priyono, mengungkapkan bahwa pasar malam merupakan bentuk nyata komitmen perusahaan dalam menyediakan sarana hiburan yang terjangkau sekaligus memperkuat daya beli masyarakat sebelum aktivitas industri dimulai secara intensif.
Digelar mulai 9 April hingga 29 April 2026, festival ini menyuguhkan beragam wahana permainan ikonik dan bazar kuliner yang menjadi magnet utama bagi pengunjung lintas usia dari berbagai penjuru Kediri.
Antusiasme warga diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi stabilitas ekonomi sekitar pabrik melalui transaksi yang terjadi selama kegiatan berlangsung. Tites secara terbuka memberikan ajakan kepada publik untuk meramaikan suasana sore hingga malam hari di area perusahaan guna mendukung keberlangsungan tradisi ini.
“Mari semua masyarakat kediri dan sekitarnya silahkan menikmati suasana pasar malam di PG Meritjan mulai jam 16.00 – 22.00 WIB,” ajak Tites.
Melalui sajian hiburan kerakyatan yang dikemas dengan konsep inklusif, PG Mritjan berupaya menciptakan ekosistem yang saling menguntungkan. Di mana kebutuhan rekreasi warga terpenuhi dan para pelaku usaha mikro mendapatkan panggung untuk meningkatkan pendapatan mereka.
Kemeriahan menyambut musim giling 2026 di PG Mritjan tidak terbatas pada aktivitas pasar malam semata, melainkan berlanjut dengan serangkaian agenda budaya dan sosial yang kental dengan nuansa kearifan lokal Jawa Timur. Rangkaian perayaan juga dimeriahkan oleh pementasan kesenian tradisional Jaranan, yang kemudian akan diikuti oleh prosesi sakral resepsi Tebu Manten sebagai simbol formal dimulainya penggilingan tebu tahun ini.
Menuju puncak acara pada 31 Mei 2026 mendatang, manajemen telah menyiapkan kegiatan jalan sehat berhadiah yang melibatkan partisipasi massa, serta ditutup dengan pergelaran wayang kulit semalam suntuk sebagai bentuk pelestarian warisan budaya sekaligus ungkapan syukur.
“Semoga dengan kegiatan hiburan kerakyatan ini masyarkat bisa terhibur dan ikut mendoakan giling PG Meritjan berjalan lancar dan sukses,” harap Tites. [nm/kun]






