Surabaya (beritajatim.com) – Universitas Bhayangkara (Ubhara) Surabaya mengukuhkan alumni angkatan pertama, Prof. Dr. Dossy Iskandar Prasetyo, S.H., M.Hum., sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Hukum Tata Negara, Rabu (22/4/2026).
Rektor Ubhara Surabaya, Irjen Pol. (Purn) Drs. Anton Setiadji, S.H, M.H., menyebut capaian ini sebagai kado istimewa bagi institusi. Jabatan fungsional tertinggi tersebut diraih Dossy melalui rekam jejak akademik yang panjang.
Anton memberikan penghargaan setinggi-tingginya atas keberhasilan Dossy menyandang predikat guru besar. Ia optimis berbagai karya inovasi baru segera lahir dari pemikiran orisinal sang alumni tersebut.
“Saya yakin dan optimis berbagai karya inovasi bernilai tinggi akan muncul setelah pengukuhan ini,” ujar Anton.
Mantan Kapolda Jawa Timur ini berharap kiprah Dossy semakin berdampak luas bagi perkembangan kampus. Menurutnya, kehadiran guru besar baru memperkuat posisi akademis pada fakultas hukum di lingkungan kampus.
“Insya Allah ke depan beliau akan lebih baik lagi dalam berkiprah di Ubhara,” tambah Anton.
Dalam pidato pengukuhannya, Dossy menyoroti ide normatif partai politik (parpol) dalam bingkai konstitusi. Ia menegaskan parpol merupakan instrumen utama dalam menjaga cita-cita demokrasi di Indonesia.
Dossy membedah konsep politik tingkat tinggi yang menuntut etika dan rasionalitas nilai dalam bernegara. Politik bukan sebatas cara merebut kekuasaan, melainkan pertaruhan untuk memenangkan kehidupan bersama.
“High politics bukanlah perkara pragmatisme, yang hanya menyangkut suatu tujuan dan cara mencapai tujuan,” tegas Dossy.
Ia menjelaskan parpol harus mengabdi pada rumah besar Indonesia yang damai dan bersatu. Fungsi parpol diarahkan untuk menjadi standar etis dalam sistem sosial maupun hukum.
“Ide normatif digunakan untuk membahas hal-hal yang ideal dan bersifat patokan etis atau moral,” papar Dossy.
Dossy menghubungkan peran parpol dengan Pancasila sebagai filsafat hidup bangsa. Menurutnya, parpol wajib merawat kemajemukan seluruh masyarakat sesuai dengan semangat dasar Bhinneka Tunggal Ika.
Baginya, parpol memiliki kedudukan tinggi karena diatur langsung dalam konstitusi negara. Hal ini menunjukkan parpol memegang amanat besar untuk mengejawantahkan nilai-nilai dasar Pancasila dalam bernegara.
“Partai politik di-design tidak sekedar instrumen demokrasi dalam rekrutmen politik untuk jabatan publik,” jelas Dossy.
Ia menekankan pentingnya politisi yang memiliki watak negarawan seutuhnya. Parpol menjadi syarat mutlak dalam mewujudkan sistem nilai demokrasi yang sehat serta berintegritas bagi masa depan bangsa.
“Eksistensinya akan terus mencetak politisi negarawan seutuhnya,” pungkas Dossy dalam pidatonya. [ipl/suf]






