Mojokerto (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) kembali menggelar pembinaan industri bagi pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM). Kegiatan ini menjadi wujud komitmen pemerintah daerah dalam mendukung peran IKM sebagai tulang punggung perekonomian.
Wakil Bupati (Wabup) Mojokerto, Moch Rizal Octavian saat membuka kegiatan tersebut menegaskan bahwa IKM memiliki peran strategis, tidak hanya dalam menyerap tenaga kerja, tetapi juga dalam pemerataan pendapatan masyarakat. “Industri Kecil dan Menengah memiliki peran strategis sebagai tulang punggung perekonomian daerah,” ungkapnya.
Tidak hanya mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar, tetapi juga berkontribusi dalam pemerataan pendapatan masyarakat. Wabup berharap para pelaku IKM dapat memanfaatkan pembinaan ini untuk meningkatkan kapasitas usaha mereka. Ia menekankan pentingnya pemahaman terkait legalitas usaha, inovasi produk.
“Serta pemanfaatan teknologi digital guna meningkatkan daya saing di pasar yang semakin kompetitif. Kami berharap para pelaku IKM dapat memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru, baik dalam hal legalitas, inovasi produk, maupun pemanfaatan teknologi digital,” jelasnya.
Di akhir kegiatan, Wabup juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam terselenggaranya pembinaan tersebut, mulai dari unsur pemerintah, dunia usaha, hingga para pendamping dan narasumber. Menurutnya, peran serta dan kontribusi yang diberikan menjadi bagian penting dalam mendorong peningkatan kapasitas dan daya saing IKM di Kabupaten Mojokerto.
Kegiatan yang digelar di Aula Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Mojokerto ini turut mendapat dukungan dari Kejari Kabupaten Mojokerto. Turut hadir Kepala Kejari (Kajari) Kabupaten Mojokerto Fauzi, Kepala Disperindag Kabupaten Mojokerto Noerhono, perwakilan Kanwil Kemenkumham Surabaya, serta Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Mojokerto. [tin/aje]






