Surabaya (beritajatim.com) – Isak tangis pecah di tengah ribuan wisudawan Universitas Terbuka (UT) Surabaya, Minggu (19/4/2026). Seorang ibu melangkah ke atas panggung untuk menerima ijazah milik mendiang putrinya.
Mendiang Erlyn Heniriya Kristanti seharusnya berbaris di jajaran lulusan S1 Sastra Inggris. Namun, penyakit autoimun merenggut nyawanya beberapa bulan sebelum prosesi pengukuhan sarjana itu berlangsung di Surabaya.
Erlyn menyelesaikan studi dengan predikat memuaskan. Mahasiswi asal Kota Pahlawan ini meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3.81. Namanya tetap menggema saat daftar wisudawan dibacakan di depan hadirin.
Suasana kian haru saat sang ibu menggenggam map ijazah dari jajaran pimpinan kampus. Langkah kakinya diiringi tatapan sedih dari para lulusan lain yang menyaksikan momen penuh emosional tersebut.
Direktur UT Surabaya, Prof. Suparti mengonfirmasi bahwa Erlyn tutup usia sebelum sempat mengenakan toga. Seluruh hak akademiknya tetap diberikan sebagai bentuk penghormatan atas perjuangan keras almarhumah.
“Kalau yang terakhir yang ibunya datang itu meninggal beberapa bulan yang lalu,” kata Suparti saat ditemui usai prosesi wisuda.
Kampus tetap mengundang pihak keluarga agar hasil studi almarhumah bisa diterima langsung oleh orang tua. Dokumen kelulusan Erlyn sudah tuntas tercetak sebelum mahasiswi itu mengembuskan napas terakhir.
“Sebelum meninggal ijazahnya sudah ada, makanya kita serahkan kepada orang tuanya,” ungkap Suparti.
Wisuda Semester 2025/2026 Genap ini mengukuhkan total 2.453 lulusan dari berbagai program studi. Sebanyak 1.532 wisudawan hadir secara fisik di Surabaya bersama pendamping dari keluarga masing-masing. [ipl/aje]






