Surabaya (beritajatim.com) – Sebanyak 15 emak-emak di Surabaya mengaku menjadi korban penipuan dengan modus jual beli sembako murah. Informasi yang dihimpun, total kerugian mencapai Rp 1,5 miliar.
Salah satu korban, Meidi menceritakan, ia mengenal terduga pelaku dari media sosial. Seiring berjalanya waktu, Meidi mengetahui jika terduga pelaku berinisial EA ternyata teman dari adik kandungnya. Meidi pun semakin menaruh kepercayaan kepada EA.
“Setahun belakangan saya kan berjualan berbagai sembako. Lalu dapat informasi jika EA ini menjual lebih murah,” kata Meidi, Rabu (8/4/2025).
Sebagai pedagang, menemukan barang dengan harga miring merupakan anugerah. Pada awal Februari 2026, Meidi memesan sembako kepada EA. Pada pesanan pertama dan kedua, barang dikirim tanpa masalah dan sesuai kesepakatan.
“Masalah muncul saat order yang ketiga. Saya dijanjikan Pre Order (PO) sebelum lebaran. Jelang lebaran saya tanyakan katanya ada kendala. Sehingga semua pengiriman dilakukan setelah lebaran,” imbuhnya.
Setelah lebaran, barang yang dipesan tak kunjung dikirim. Meidi panik ketika ada 14 orang lainnya yang mengaku menjadi korban. EA lantas membuat grup whatsapp dan menyampaikan permintaan maaf.
Tak terima dengan permintaan maaf terduga pelaku, 15 korban mendatangi rumah yang diakui sebagai tempat tinggal EA di Tambak Wedi. Namun, rumah tersebut dalam kondisi kosong.
“Ternyata baru tahu kalau rumah ya kontrak dan EA sudah hilang. Saya rugi Rp 7,8 juta sementara adik saya Rp 27 juta. Ada teman adik saya yang merugi hingga Rp 170 juta dan Rp 600 juta,” jelasnya.
Dari informasi yang dihimpun, EA sudah diamankan oleh Polda Jatim. Sebanyak 15 orang yang menjadi korban EA menyebar membuat laporan di Polrestabes Surabaya, Polres Pelabuhan Tanjung Perak, hingga Polda Jatim. (ang/but)






