Gresik (beritajatim.com) – Kinerja Pemerintah Kabupaten Gresik sepanjang Tahun Anggaran 2025 resmi dipaparkan dalam rapat dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat melalui agenda penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Kepala Daerah.
Ketua DPRD Gresik, Syahrul Munir, menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan momentum Ramadan sebagai pijakan untuk memperkuat kinerja dan kebersamaan dalam membangun daerah. “Semoga nilai-nilai Ramadan menjadi landasan dalam mewujudkan Gresik lebih baik lagi,” ujarnya, Selasa (31/3/2026).
Syahrul juga menegaskan bahwa penyampaian LKPJ merupakan kewajiban konstitusional sebagai bentuk akuntabilitas kepala daerah kepada DPRD atas pelaksanaan pemerintahan selama satu tahun anggaran.
Dalam paparannya, Bupati yang akrab disapa Gus Yani menyebutkan kinerja keuangan daerah menunjukkan hasil yang solid. Dari target pendapatan sebesar Rp3,86 triliun, realisasi mencapai Rp3,80 triliun atau 98,58 persen. Pendapatan Asli Daerah (PAD) terealisasi Rp1,47 triliun (94,08 persen), sementara pendapatan transfer melampaui target dengan capaian 101,6 persen.
Di sisi belanja daerah, realisasi mencapai Rp3,44 triliun atau 87,33 persen. Belanja operasi tercatat sebesar 90,01 persen, belanja modal 60,61 persen, belanja tidak terduga 3,14 persen, dan belanja transfer 96,78 persen. Sementara itu, sektor pembiayaan melampaui target dengan capaian 108,53 persen atau Rp89,07 miliar.
Tak hanya dari sisi keuangan, capaian pembangunan daerah juga menunjukkan progres signifikan. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Gresik mencapai angka 79,69 sesuai target. Indeks Pembangunan Gender berada di angka 92,01, dan Indeks Kesalehan Sosial mencapai 81,10.
Pertumbuhan ekonomi Gresik tercatat sebesar 4,91 persen, dengan sejumlah indikator seperti kontribusi sektor manufaktur dan efisiensi investasi melampaui target yang ditetapkan.
Dalam aspek tata kelola pemerintahan, Indeks Reformasi Birokrasi berhasil menembus angka 88,01 dengan kategori A atau sangat baik. Capaian ini menunjukkan peningkatan kualitas pelayanan publik dan tata kelola yang semakin profesional.
Di sisi kesejahteraan masyarakat, angka kemiskinan berhasil ditekan menjadi 9,95 persen, sementara tingkat pengangguran terbuka turun menjadi 5,47 persen. Kedua indikator tersebut menunjukkan tren penurunan dalam lima tahun terakhir.
“Semakin rendah angka tersebut, maka kondisi masyarakat semakin baik. Ini menjadi indikator penting keberhasilan pembangunan,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa capaian tersebut sejalan dengan visi pembangunan Gresik 2025–2029 sebagai pusat pertumbuhan ekonomi yang maju dan berkelanjutan.
Mengakhiri paparannya, bupati milenial ini mengajak seluruh pihak untuk terus memperkuat kolaborasi dalam pembangunan daerah. “Mari kita bersama-sama mengurai permasalahan dan menghadirkan kebijakan yang mampu menyejahterakan masyarakat secara menyeluruh,” pungkasnya. [dny/kun]






