Malang (beritajatim.com) – Seorang mahasiswa di Kota Malang diduga bunuh diri dengan cara melompat dari lantai 11 Hotel Every Day Soekarno Hatta pada Rabu (25/3/2026) dini hari, hingga ditemukan meninggal dunia di area bawah gedung.
Korban diketahui bernama Clansy Louis Sunanto (20), yang sebelumnya sempat check-in di kamar hotel Every Day lantai 11 pada Selasa (24/3/2026) sekitar pukul 17.00 WIB.
Peristiwa mahasiswa bunuh diri di Malang ini sempat menghebohkan penghuni apartemen dan hotel setelah terdengar suara benturan keras dari luar gedung. Warga yang curiga kemudian menemukan korban sudah dalam kondisi tidak bernyawa.
Kapolsek Lowokwaru, Kompol Anang Tri Hananta, mengatakan laporan awal diterima dari masyarakat sekitar pukul 00.15 WIB. Polisi kemudian langsung menuju lokasi untuk melakukan pengamanan tempat kejadian perkara (TKP).
“Korban sempat check ini pukul 17.00 WIB. Kemudian selang beberapa jam berlalu, peristiwa tersebut terjadi,” ujar Anang.
Polisi memastikan korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan telah dilakukan prosedur penanganan awal, termasuk olah TKP dan pengumpulan keterangan saksi.
Kasus dugaan bunuh diri mahasiswa di Malang ini masih dalam proses penyelidikan. Aparat kepolisian juga mendalami aktivitas korban sebelum kejadian, termasuk riwayat komunikasi dan interaksi sosialnya.
“Petugas telah melakukan prosedur standar, termasuk mengamankan TKP, menghubungi tim identifikasi, serta membawa jenazah untuk keperluan pemeriksaan lebih lanjut,” jelas Anang.
Dari hasil penyelidikan sementara, informasi dari teman korban menyebutkan adanya indikasi keinginan bunuh diri yang sudah muncul sejak sekitar satu tahun lalu. Dugaan masalah kesehatan mental juga menjadi salah satu faktor yang sedang didalami.
Selain itu, polisi juga menelusuri unggahan di media sosial korban yang diduga berisi pesan pribadi sebelum peristiwa terjadi. Informasi tersebut kini menjadi bagian penting dalam pengungkapan motif kasus bunuh diri di Malang ini.
“Informasi tersebut kini menjadi bagian dari pendalaman aparat untuk memastikan motif di balik peristiwa ini,” pungkas Anang. [luc/beq]
Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal mengalami gejala depresi atau menunjukkan tanda-tanda ingin melakukan aksi bunuh diri, segera cari bantuan profesional. Anda bisa menghubungi layanan darurat Kementerian Kesehatan di nomor 119 untuk mendapatkan pertolongan.






