Surabaya (beritajatim.com) — Beredarnya video banjir yang menerjang kawasan wisata Lembah Pandawa Pandaan di Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, memicu perhatian publik. Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (17/3/2026) setelah hujan deras mengguyur wilayah Pasuruan Barat selama kurang dari satu jam.
Meski durasi hujan relatif singkat, dampak yang ditimbulkan cukup signifikan, mulai dari genangan air, longsor, hingga kerusakan fasilitas wisata.
Dalam video yang beredar luas di media sosial, terlihat arus air mengalir deras memasuki area wisata. Beberapa fasilitas tampak terendam, sementara pengunjung dievakuasi ke titik yang lebih aman. Pihak pengelola langsung mengambil langkah cepat dengan mengarahkan wisatawan menjauh dari lokasi terdampak guna menghindari risiko yang lebih besar.
Tak hanya kawasan wisata, dampak hujan deras juga dirasakan warga di Kelurahan Pecalukan, Kecamatan Prigen. Air sungai meluap dengan cepat, membawa material tanah dari perbukitan dan menggenangi jalan serta permukiman warga. Bahkan, di beberapa titik, bahu jalan dilaporkan ambrol akibat tergerus arus air yang cukup kuat.
Kawasan Krajan Barat menjadi salah satu titik paling terdampak. Banjir bandang yang disertai longsor menyebabkan akses jalan desa terganggu. Warga setempat harus berjibaku membersihkan lumpur dan material sisa longsoran yang terbawa arus. Aktivitas harian pun sempat terhambat akibat kondisi tersebut.
Peristiwa ini menambah kekhawatiran masyarakat terkait kondisi lingkungan di wilayah Prigen dan sekitarnya. Intensitas hujan yang tidak terlalu lama namun mampu memicu bencana dinilai sebagai sinyal adanya penurunan daya dukung lingkungan. Sejumlah warga mulai mempertanyakan kesiapan wilayah tersebut menghadapi perubahan cuaca ekstrem di masa mendatang.
Isu lingkungan pun kembali mencuat, terutama terkait potensi dampak pembangunan di kawasan tersebut. Warga mengaku sudah merasakan perubahan kondisi alam. Kekhawatiran pun muncul lantaran banyak pembangunan di daerah resapan air yang diduga dapat memperburuk risiko bencana seperti banjir dan longsor. “Semakin tahun semakin rusak lingkungan. Perbaiki kerusakan alam,” tulis (et) wahyudi di Instagram.
Hingga saat ini, belum ada laporan resmi terkait korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kerugian material diperkirakan cukup besar, terutama pada sektor pariwisata dan infrastruktur lokal. Pemerintah setempat diharapkan segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi lingkungan serta memperkuat mitigasi bencana. (fyi/kun)






