Situbondo (beritajatim.com) – Hujan lebat disertai angin kencang yang mengguyur wilayah Kecamatan Panji, Kabupaten Situbondo, pada Senin (23/2/2026) pagi mengakibatkan satu bangunan dapur milik warga ambruk total. Insiden tersebut terjadi tepatnya di Dusun Krajan RT 001 RW 002, Desa Kayuputih, saat penghuni rumah baru saja menyelesaikan ibadah salat Subuh.
Bangunan yang roboh merupakan dapur rumah milik almarhum Muhammad Bidin yang kini ditempati oleh cucunya, Maisyaroh (47), bersama satu anggota keluarga lainnya. Peristiwa memilukan ini berlangsung sekitar pukul 04.00 WIB di tengah cuaca ekstrem yang melanda kawasan tersebut secara mendadak.
Koordinator Pusdalops BPBD Situbondo, Puriyono, menjelaskan bahwa kejadian bermula saat hujan dengan intensitas lebat disertai angin kencang melanda kawasan Kecamatan Panji. Kondisi struktur kayu bangunan yang sudah mulai rapuh diduga menjadi penyebab utama dapur tersebut tidak mampu menahan beban terpaan angin.
“Sekitar pukul 04.00 WIB terjadi hujan dengan intensitas lebat disertai angin kencang. Bangunan dapur yang kondisi kayunya sudah cukup rapuh tidak mampu menahan terpaan cuaca ekstrem dan akhirnya ambruk,” ujar Puriyono. Penjelasan tersebut diberikan setelah timnya melakukan verifikasi langsung di lokasi bencana untuk melihat tingkat kerusakan yang ada secara mendalam.
Saat kejadian, Maisyaroh mengaku sangat terkejut karena mendengar suara gemuruh yang sangat keras dari bagian belakang rumahnya sesaat setelah menunaikan salat Subuh. Ia segera melakukan pengecekan ke area belakang dan menemukan bangunan dapurnya sudah dalam kondisi rata dengan tanah.
Beruntung tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam musibah ini meskipun kerusakan pada struktur bangunan tergolong cukup parah. “Korban nihil. Penghuni selamat,” tegas Puriyono untuk memastikan kondisi terkini para penghuni rumah yang terdampak bencana tersebut.
Hasil asesmen cepat oleh tim BPBD Situbondo mencatat bahwa bangunan permanen berukuran kurang lebih 15 x 15 meter tersebut mengalami kerusakan berat pada bagian atap dan dinding. Total taksiran kerugian material yang diderita oleh pihak korban diperkirakan mencapai angka Rp6 juta rupiah.
Mendapat laporan dari warga setempat, tim Pusdalops dan TRC BPBD Situbondo segera meluncur ke lokasi kejadian untuk melakukan peninjauan serta kaji cepat. Koordinasi intensif juga dilakukan bersama unsur Kecamatan Panji, Polsek, Koramil, Pemerintah Desa Kayuputih, hingga relawan Tagana Dinas Sosial.
Pihak BPBD mengimbau seluruh masyarakat untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan mengingat potensi hujan lebat dan angin kencang masih sangat tinggi di wilayah Situbondo. Cuaca ekstrem yang kerap terjadi dalam beberapa hari terakhir memerlukan antisipasi dini guna mencegah adanya korban jiwa akibat bangunan yang tidak layak huni.
“Cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi. Kami minta masyarakat memastikan kondisi bangunan rumah, terutama yang sudah tua atau berbahan kayu, agar tidak membahayakan saat terjadi hujan dan angin kencang,” pungkasnya. [awi/beq]






