Ngawi (beritajatim.com) – Unit Gakkum Satlantas Polres Ngawi mengungkap hasil penyelidikan awal terkait kecelakaan lalu lintas beruntun yang melibatkan mobil pikap, empat sepeda motor, dan rumah warga di Jalan Raya Ngawi–Sine KM 43–44, Desa Girikerto, Kecamatan Sine, Kabupaten Ngawi, Kamis (1/1/2026).
Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara di lokasi kejadian dan keterangan saksi, kecelakaan diduga dipicu oleh pengemudi mobil pikap yang tidak mampu menguasai laju kendaraan akibat kurang berhati-hati dan jarak yang terlalu dekat dengan kendaraan di depannya.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Ngawi, Ipda Agus Harianto, menjelaskan peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 15.30 WIB. Saat itu mobil Toyota Kijang Pick Up bernomor polisi AE-1213-KK yang dikemudikan Robert (60), warga Desa Sambirejo, Kecamatan Mantingan, Ngawi, melaju dari arah selatan menuju utara dengan membawa enam penumpang.
“Berdasarkan keterangan saksi di tempat kejadian perkara, pengemudi mobil pikap diduga tidak mampu menguasai laju kendaraan karena kurang berhati-hati dan jarak sudah terlalu dekat,” ujar Ipda Agus Harianto.
Pada waktu yang bersamaan, dari arah berlawanan melaju sepeda motor Honda Beat bernomor polisi S-5073-JW yang dikendarai Tiyas Budiarti (17), pelajar asal Desa Girikerto, Kecamatan Sine, dengan membonceng Fanina Dwi Noviana (17), pelajar asal Gununganyar, Surabaya.
Tabrakan frontal pun tidak dapat dihindari. Usai menghantam sepeda motor Honda Beat, mobil pikap tersebut oleng ke kanan dan kembali menabrak sepeda motor Honda PCX bernomor polisi AD-4904-CAE milik Beni Widya Nugroho (23), warga Kecamatan Tangen, Kabupaten Sragen.
Tidak berhenti di situ, kendaraan pikap terus melaju dan menabrak sepeda motor Honda Supra X bernomor polisi AE-6191-JAA serta sepeda motor Mocing Jamus bernomor polisi AE-4392-KL yang sedang terparkir di halaman rumah milik Supar (55), warga Desa Girikerto, Kecamatan Sine, hingga akhirnya menghantam bangunan rumah warga.
Akibat rangkaian kecelakaan tersebut, delapan orang menjadi korban. Dua korban mengalami luka berat dan enam korban lainnya mengalami luka ringan.
Korban luka berat masing-masing Tri Yana (35), penumpang mobil pikap asal Desa Sriwedari, Kecamatan Karanganyar, Ngawi, yang mengalami luka robek di pelipis kiri disertai pendarahan pada hidung, mulut, dan telinga serta dalam kondisi tidak sadar.
Korban luka berat lainnya, Welas (45), penumpang mobil pikap asal Desa Sambirejo, Kecamatan Mantingan, mengalami luka robek di kepala kiri dan patah jari kelingking tangan kiri, juga dalam kondisi tidak sadar.
Sementara korban luka ringan meliputi Robert (60) selaku pengemudi mobil pikap yang mengalami luka lecet di wajah, Kumala Devi Anggraini (14) yang mengalami memar di dahi dan kepala bagian belakang, Ngadiyem (80) yang mengalami luka lecet di tangan dan kaki kanan, serta Kumara Algani (7) yang mengalami luka lecet di tangan dan kaki kanan.
Dari pengendara sepeda motor, Tiyas Budiarti (17) mengalami luka robek di pangkal paha dan punggung kaki kanan, sedangkan Fanina Dwi Noviana (17) mengalami memar di kepala kiri dan nyeri pada kaki kanan. Seluruh korban dalam kondisi sadar saat mendapatkan perawatan medis.
“Seluruh korban telah dievakuasi dan dibawa ke Puskesmas Ngrambe, Kabupaten Ngawi, untuk mendapatkan perawatan,” tambah Ipda Agus Harianto.
Hingga saat ini, Unit Gakkum Satlantas Polres Ngawi masih melakukan penanganan lanjutan, termasuk pemeriksaan terhadap pengemudi mobil pikap, pendalaman penyebab kecelakaan, serta pendataan kerugian materiil akibat kerusakan kendaraan dan bangunan rumah warga. [fiq/beq]






