Tuban (beritajatim.com) – Manajemen Persatu Tuban secara resmi mengumumkan pengakhiran kerja sama dengan Kepala Pelatih (Head Coach), Khoirul Anam, pada Selasa (16/12/2025). Keputusan strategis ini diambil tepat setelah tim berjuluk Laskar Ronggolawe tersebut memastikan diri lolos ke babak 32 besar kompetisi Liga 4 musim 2025–2026.
Manajer Persatu Tuban, Abdul Rohman, menyatakan bahwa langkah pergantian pelatih ini murni didasarkan pada kebutuhan penyegaran tim. Manajemen ingin membawa energi baru untuk menghadapi fase gugur yang lebih kompetitif.
Meski demikian, Abdul Rohman menyampaikan apresiasi tinggi atas kontribusi Khoirul Anam yang telah mengantarkan tim melewati fase penyisihan Grup C.
“Terima kasih atas tenaga, pikiran, dan semangat yang telah dicurahkan untuk Persatu Tuban. Doa terbaik kami menyertai langkah Coach Khoirul Anam ke depan, semoga sukses dalam perjalanan dan tantangan berikutnya,” ujar Rohman.
Rohman mengakui bahwa Khoirul Anam telah bekerja maksimal selama menukangi tim. Namun, evaluasi internal pasca penyisihan grup menuntut adanya perubahan taktikal dan suasana di ruang ganti.
“Akan tetapi, kami manajemen memandang perlu adanya penyegaran organisasi guna menghadapi kompetisi selanjutnya dengan energi dan semangat baru,” terangnya.
Manajemen menekankan bahwa perpisahan ini dilakukan dengan cara terhormat. Jejak perjuangan Khoirul Anam dianggap sebagai bagian penting dari sejarah klub dan akan selalu dikenang oleh keluarga besar Persatu serta masyarakat Tuban.
Terkait kekosongan kursi kepelatihan, manajemen bergerak cepat untuk mencari pengganti. Fokus utama saat ini adalah pembenahan internal agar Persatu dapat tampil maksimal dan melaju hingga tingkat nasional.
“Dalam waktu dekat ini kami akan segera mengumumkan Head Coach yang baru,” tegas Rohman.
Di akhir keterangannya, Rohman meminta para pendukung setia Laskar Ronggolawe untuk tetap solid memberikan dukungan di tengah masa transisi ini.
“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat Kabupaten Tuban untuk terus mendoakan dan mendukung Persatu Tuban agar senantiasa berprestasi. Persatu bukan sekadar klub, melainkan bagian dari sejarah sepak bola Kabupaten Tuban dan milik seluruh masyarakatnya,” tutupnya. [dya/beq]






