Gresik (beritajatim.com) – Lima budaya khas Kabupaten Gresik resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Republik Indonesia.
Kelima budaya tersebut adalah Pencak Macan, Pasar Bandeng, Malam Selawe, Kupat Keteg, dan Rebo Wekasan Suci.
Penetapan ini melalui proses panjang yang dilakukan oleh Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disparekrafbudpora) Gresik, mulai dari verifikasi dokumen, peninjauan lapangan, hingga kajian mendalam oleh tim ahli kebudayaan nasional.
Bukti Kekayaan dan Identitas Budaya Gresik
Kepala Disparekrafbudpora Gresik, drg. Saifudin Ghozali, mengungkapkan rasa bangganya atas pengakuan lima unsur budaya daerah tersebut.
“Penetapan lima unsur budaya ini merupakan bukti bahwa kekayaan budaya Gresik memiliki nilai sejarah dan filosofi tinggi yang layak diakui secara nasional,” ujarnya, Senin (13/10/2025).
Ia menambahkan, pengakuan WBTB ini membawa dampak positif, terutama dalam memperkuat identitas budaya Gresik di tingkat nasional serta mendorong perhatian pemerintah terhadap pelestarian kebudayaan lokal.
“Setelah ditetapkan sebagai WBTB, kita dapat melindungi sekaligus melestarikan kekayaan budaya Gresik agar tidak punah,” imbuhnya.
Lima Warisan Budaya Gresik yang Ditetapkan sebagai WBTB
Kupat Keteg
Makanan tradisional khas Desa Giri, terbuat dari ketan putih yang dimasak menggunakan air keteg (endapan minyak tanah alami). Kupat Keteg biasanya disajikan pada malam ke-25 bulan Ramadan dan menjadi simbol kesederhanaan serta tradisi kuliner unik masyarakat Giri.
Malam Selawe
Tradisi religius masyarakat Giri yang digelar setiap malam ke-25 Ramadan. Warga berziarah dan berdoa bersama di Makam Sunan Giri, memohon berkah dan keselamatan. Tradisi ini menjadi simbol spiritualitas dan kebersamaan umat muslim Gresik.
Pasar Bandeng
Tradisi ekonomi dan sosial yang telah berlangsung sejak masa Majapahit. Setiap akhir Ramadan, masyarakat berkumpul di kawasan Kota Gresik untuk jual beli ikan bandeng kawak, yang menjadi menu khas saat Lebaran.
Rebo Wekasan Suci
Tradisi masyarakat Desa Suci, Kecamatan Manyar, yang digelar pada Rabu terakhir bulan Safar. Kegiatan ini menjadi simbol rasa syukur atas ditemukannya sumber air baru di masa lalu, sekaligus dipercaya sebagai upaya tolak bala.
Pencak Macan
Seni pertunjukan khas Kelurahan Lumpur, Kecamatan Gresik, yang awalnya menjadi bagian dari arak-arakan pernikahan. Pencak Macan menggambarkan perjuangan manusia melawan hawa nafsu dan sifat buruk, serta kini berkembang menjadi pertunjukan yang memadukan unsur bela diri, tari, dan musik tradisional.
Penetapan lima unsur budaya Gresik sebagai Warisan Budaya Tak Benda ini menjadi bukti bahwa Gresik tidak hanya dikenal sebagai kota industri dan santri, tetapi juga sebagai daerah dengan kekayaan budaya yang hidup dan berakar kuat pada masyarakatnya. [dny/but]






