Jember (beritajatim.com) – Bupati Muhammad Fawait mengakui sengaja ‘menyenggol’ daerah lain untuk mempromosikan Bandara Notohadinegoro di Kabupaten Jember, Jawa Timur.
“Kalau enggak nyenggol, enggak viral. Enggak bisa itu orang tahu kalau Bandara Jember mau dibuka,” kata Fawait di hadapan puluhan pengusaha dalam acara ramah tamah, di Pendapa Wahyawibawagraha, Kabupaten Jember, Kamis (25/9/2025) malam.
Semua berawal saat Bupati Fawait meresmikan kedatangan pesawat komersial Fly Jaya, di Bandara Notohadinegoro, 17 Agustus 2025. Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan, bahwa harga tiket Rp 1,3 juta – 1,5 juta untuk penerbangan ke Jakarta lebih murah dibandingkan harga tiket penerbangan serupa dari bandara-bandara di sekitar Jember.
Pernyataan ini memicu gelombang reaksi dari warganet Banyuwangi. Kendati Bupati Fawait tidak menyebut nama daerah, namun semua orang tahu bahwa daerah terdekat dengan Jember yang memiliki bandara hanyalah Banyuwangi.
Pernyataan Fawait direspons negatif oleh warganet Banyuwangi dan sebagian warganet Jember. Terutama, setelah rencana dimulainya penerbangan komersial tertunda dua kali.
Namun rupanya ‘menyenggol’ daerah lain rupanya memang disengaja oleh Fawait. “Hitungan saya sederhana saja. Ini buzzer saya ini cuma 10 biji. Sebelah ini ada 100. Kalau saya ini cuma ngomong sendiri, ya cuma 10 orang yang ngomongin. Tapi kalau saya agak nyenggol sebelah dikit, yang ngomongin 110 orang dan itu gratis,” katanya disambut tepuk tangan hadirin.
“Maka ya harus agak nyenggol dikit-dikit. Enggak apa-apa. Udah enggak apa-apa, saya mau diginiin, mau digituin, di medsos enggak apa-apa. Wong kemarin kalau kita bicara pilkada, aduh, di medsos saya kan hancur lebur. Hancur sehancur-hancurnya di medsos. Tapi yang menang jadi bupati ini,” kata Fawait.
“Maka demi Jember bagi saya enggak apa-apa. Yang penting hari ini orang-orang sudah paham. Teman-teman kami di Surabaya, di Jakarta, dengan viralnya kemarin, orang-orang tahu bahwa di Bandara Jember hidup kembali dan dengan penerbangan Jember-Jakarta,” kata Fawait.
Fawait memilih menghidupkan Bandara Notohadinegoro kembali dengan penerbangan komersial Fly Jaya untuk mempermudah akses transportasi. “Jember di mata investor hari ini terisolir. Kok bisa? Bandara kita kemarin belum aktif. Kita tidak dilalui tol. Pelabuhan tidak ada. Kita terkepung udara, darat, dan laut,” katanya.
Penerbangan komersial terakhir di Bandara Notohadinegoro adalah rute perintis Jember-Sumenep oleh maskapai Susi Air pada 2024.
Setelah dilantik menjadi bupati, Fawait memutuskan untuk mengoperasikan kembali bandara yang dibangun pada masa pemerintahan Bupati Samsul Hadi Siswoyo pada periode 2000-2005 itu.
“Daripada bandaranya kita pikirkan dulu, dibikin bagus, dibikin besar, terus pada ujungnya tidak ada penerbangan, lebih baik terbang dulu baru memikirkan bandaranya,” kata Fawait.
Fawait kemudian menargetkan kepada birokrat Pemkab Jember untuk menetapkan jadwal penerbangan komersial dalam waktu dekat. “Pokok tanggal, bulan sekian kesekian, kita harus terbang. Makanya saya sampai di luaran ngomong, walaupun orang ngomong (jadwal) sampai meleset meleset. Tanggal 10 September, meleset. Tanggal 18 September, meleset lagi,” katanya.
“Saya bilang ke Kepala Dinas Perhubungan: kok meleset terus nih? Itu strategi kami, (agar) anak buah saya di bawah bersungguh-sungguh, bos-bos kami di Jakarta bersungguh-sungguh juga untuk membantu Kabupaten Jember,” kata Fawait.
Fawait mengatakan membuka jalur penerbangan komersial Jember-Jakarta membutuhkan perjuangan keras. “Mulai dari kita mendapatkan izin dari Kementerian Perhubungan, melobi maskapai untuk terbang ke Jember,” katanya.
“Kok bisa lancar? Untung Bupati Jember hari ini kadernya Pak Prabowo. Kalau tidak backingan pusat, tidak mungkin secepat itu ada penerbangan dari Jember ke Jakarta. Jakartanya (Bandara) Halim Perdanakusumah yang terletak di tengah kota,” kata Fawait.
Jika penerbangan Jember-Jakarta berjalan lancar, Fawait akan mengupayakan penerbangan Jember-Bali. “Jakarta dan Bali adalah pintu masuk luar negeri ke Indonesia. Maka prioritas itu,” katanya.
Namun Fawait tidak berani berjanji soal pembukaan trayek Jember-Bali. “Kalau ditagih di medsos, ruwet,” katanya, tersenyum. [wir]







1 Komentar
Emang bgs bupati sy, Smg ke depan tambah ramai penerbangan ke jbr.