Blitar (beritajatim.com) – Wakil Bupati (Wabup) Blitar, Beky Herdihansah memutuskan memperbolehkan karnaval menggunakan sound horeg digelar di Bumi Penataran. Tetapi, dia mengingatkan, penyelenggaraan karnaval harus sesuai dengan Surat Edaran yang berlaku.
Keputusan itu diambil oleh Wabup Blitar usai dirinya bertemu dengan perwakilan pemilik sound horeg yakni Brewog Audio serta Lapis Kukus Indonesia (LKI) di Pendopo Ronggo Hadi Negoro pada Selasa (5/8/2025). Dalam pertemuan itu diketahui bahwa Bupati dan Wabup Blitar memberikan batasan penggunaan sound system maksimal 8 Subwoofer.
“Sesuai edaran dari Bupati, sama menjaga kondusifitas di wilayah tersebut agar benar-benar dijaga,” ucap Beky, Selasa (5/8/2025).
Sebelumnya Bupati Blitar memang telah mengeluarkan surat edaran soal sound horeg. Dalam SE itu ada batasan-batasan ukuran volume hingga batas waktu pelaksanaan karnaval yang menggunakan sound horeg.
Surat edaran Bupati Blitar inilah yang menjadi rujukan pelaksanaan gelaran sound horeg atau karnaval. Para pengusaha sound horeg pun diharapkan mematuhi aturan dalam Surat Edaran Bupati Blitar tersebut.
“Ini kan karnaval. Ini kan kegiatannya masyarakat, makanya ini kita ambil jalan tengah,” ucap Beky.
Para pelaku sound horeg sendiri berterima kasih kepada Bupati dan Wakil Bupati Blitar atas keputusan tersebut. Pihaknya pun siap untuk mematuhi aturan soal gelaran sound horeg sesuai dengan surat edaran yang ada.
“Kita berterima kasih kepada bapak Bupati dan Wabup Blitar yang sudah memberikan peluang kita dikasih batasan 8 Sub,” ucap Muzahidin atau biasa disebut Mas Bre, pemilik Brewog Audio.
Keputusan ini menjadi angin segar bagi pelaku sound horeg. Pasalnya jika ada pelarangan maka ancaman kebangkrutan dan pemutusan hubungan kerja (PHK) karyawan sound horeg pun bisa saja terjadi.
“Yang pentingkan boleh dan juga diatur dan juga biar kondusif juga sih biar aman semuanya biar semuanya setuju gitu,” tandasnya. [owi/beq]







1 Komentar
Termakan janji pilgub