Makkah (beritajatim.com) – Selama musim haji 2025 mulai 10 Mei hingga 2 Juli, total ada 14.366.234 boks layanan katering di Makkah yang didistribusikan kepada jemaah dan petugas haji Indonesia. Para Jemaah haji tersebut terbagi dalam 525 kelompok terbang (kloter).
Jumlah ini di luar layanan konsumsi yang diberikan kepada jemaah haji Indonesia pada 7, 8, 13, 14, dan 15 Zulhijjah. Tepatnya saat puncak haji 2025, baik dalam bentuk makanan ready to eat (RTE) maupun freshmeal.
Hal itu dikatakan Muchlis M Hanafi, Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Muchlis M Hanafi mengutip situs Kemenag RI, Kamis (3/7/2025).
Sejak Rabu (2/7/2025), operasional penyelenggaraan haji di Makkah berakhir, ditandai pelepasan jemaah asal Jawa Barat yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 28 Embarkasi Kertajati (KJT 28). Mereka diberangkatkan dari Makkah menuju Madinah dan dilepas Ketua PPIH Arab Saudi.
Jemaah akan berada di Kota Nabawi selama lebih kurang sembilan hari, lalu pulang ke Tanah Air melalui Bandara Amir Muhammad Bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah.
“KJT 28 terdiri dari 402 jamaah yang berasal dari Majalengka, Bandung dan sekitarnya. Ini adalah kloter yang terakhir bergerak dari Makkah. Pelepasan jemaah kloter KJT 28 menandai akhir operasional haji Daerah Kerja Makkah,” kata Muchlis Hanafi di Makkah.
Dikatakan Muchlis, aktivitas jemaah saat ini terkonsentrasi di Madinah. Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) mencatat ada kurang lebih 25 persen dari total jemaah haji Indonesia yang masih ada di Arab Saudi. Mereka bertahap akan diberangkatkan ke Tanah Air melalui Bandara AMAA Madinah hingga 11 Juli 2025.
Dia menambahkan, operasional layanan Daerah Kerja (Daker) Makkah berlangsung lebih kurang selama 54 hari. Hal itu terhitung dari 10 Mei 2025, saat kedatangan perdana jemaah haji Indonesia di kota kelahiran Nabi Muhammad Saw. Sejak itu, PPIH Arab Saudi memberikan beragam layanan, antara lain transportasi, akomodasi, konsumsi, dan bimbingan ibadah.
Selain itu, PPIH Arab Saudi menyiapkan ribuan bus untuk melayani jemaah haji Indonesia sejak dari pergerakan pertama mereka menuju Makkah Al-Mukarramah. Ada tiga jenis layanan transportasi yang disiapkan, yaitu: bus antar kota perhajian, bus shalawat, dan bus Masyair.
“Hingga 2 Juli 2025, tercatat 5.250 bus antar kota perhajian digunakan untuk melayani mobilisasi jemaah dari Madinah-Makkah (sebaliknya) dan Jeddah–Makkah (sebaliknya),” kata Muchlis.
“Selain itu, 12.193 bus shalawat setia mengantar jemaah dari hotel ke Masjidil Haram (pergi pulang) selama di Makkah disiapkan untuk melayani 143.365 jemaah dengan pergerakan reguler dari Makkah–Arafah–Muzdalifah (turun)–Mina–Makkah, dan 59.241 jemaah dengan pergerakan murur dari Makkah – Arafah – Muzdalifah (tidak turun) – Mina – Makkah. Ada 20 bus yang melayani jemaah safari wukuf,” jelasnya.
Pada musim haji 2025, PPIH Arab Saudi di Daerah Kerja Makkah juga menyiapkan layanan akomodasi bagi jemaah. Total ada 206 hotel yang disiapkan dan itu tersebar pada empat wilayah, yaitu: Syisyah (80 hotel kapasitas 69.405 jemaah), Raudhah (40 hotel, 37.636 jemaah), Jarwal (32 hotel, 37.650 jemaah) dan Misfalah (54 hotel, 63.512 jemaah)
“Jarak akomodasi atau hotel paling jauh 4.500 meter dari Masjidil Haram dengan masa tinggal jemaah haji di Makkah selama 32 hari,” jelas Muchlis. [air/beq]






