Surabaya (beritajatim.com) – Film Gundik bercerita tentang Otto (Agus Kuncoro), seorang mantan tentara yang baru keluar dari penjara.
Saat kembali ke rumah, ia kaget mengetahui anak perempuannya, Merry (Ratu Sofya), telah menikah diam-diam dengan Baim (Maxime Bouttier), sopir taksi yang tidak disetujui Otto.
Untuk memperbaiki hidup, Otto menerima tawaran merampok rumah seorang perempuan kaya yang dikenal sebagai gundik para pejabat. Ia membentuk tim perampokan bersama Salman (Dian Sidik), Reza (Arief Didu), dan Baim.
Namun, rencana yang awalnya terlihat mudah malah berubah menjadi bencana. Ternyata, sang gundik (Luna Maya) menyimpan kekuatan gaib yang berbahaya. Film ini memadukan cerita perampokan dengan suasana horor dan mistis yang menegangkan.
Sutradara Anggy Umbara memilih judul Gundik karena menurutnya kata itu menyimpan banyak makna.
Dalam sejarah Indonesia, gundik adalah sebutan untuk perempuan simpanan pejabat kolonial simbol dari kekuasaan dan ketimpangan sosial. Lewat film ini, Anggy ingin mengangkat kembali tema tersebut karena masih relevan sampai sekarang.
Uniknya, ide film ini datang dari mimpi Anggy sekitar 20 tahun lalu, saat ia merasa bertemu sosok Nyi Roro Kidul. Pengalaman itu sangat membekas dan menjadi benih lahirnya cerita bernuansa mistis dalam Gundik.
Selain menegangkan, film ini juga mengajak penonton merenung soal relasi kuasa, posisi perempuan, dan dinamika sosial yang masih sering terjadi hingga hari ini.
Meski dibalut dalam nuansa mistis yang mencekam, pesan yang ingin disampaikan film ini cukup dalam bahwa kekuasaan, bila disalahgunakan, selalu membawa bencana. Dan bahwa luka sejarah, betapapun tersembunyinya, tetap punya cara untuk menampakkan diri. [aje]






