Tuban (beritajatim.com) – Pasca kericuhan sepak bola Liga 2 Persela Lamongan vs Persijap Jepara yang diselenggarakan di Stadion Tuban Sport Centre (TSC) Selasa (18/02/2025) kemarin sore hingga mengakibatkan kerusakan pada fasilitas di Stadion, Dinas Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Tuban melakukan identifikasi.
Adapun identifikasi tersebut yakni mengecek apa saja yang telah rusak di Stadion Tuban Sport Centre dan menghitung total kerugian dari kerusakan tersebut.
Kepala Dinas Budporapar Tuban, M. Emawan Putra sangat menyayangkan kejadian tersebut dan turut prihatin atas akibat adanya kerusakan yang dilakukan oleh sejumlah suporter di stadion TSC kemarin.
“Dari pagi kita sudah melakukan pembersihan dan mengidentifikasi kerusakan. Hasilnya, paling parah kerusakan kaca-kaca,” tutur Emawan sapanya. Rabu (19/02/2025).
Sementara itu, untuk hasilnya sekitar 70 hingga 75 persen kaca banyak yang pecah. Kemudian, kusen dan pagar pembatas tribun penonton rusak, bahkan rumput lapangan juga rusak parah sekitar 150 meter persegi.
“Untuk rumput yang rusak ini akan diganti dan dicarikan kualitas rumput yang sejenis, sebab kalau dirawat nunggu tumbuhnya lama,” kata Emawan.
Sedangkan, menurut Emawan untuk total kerugian ditafsir mencapai sekitar Rp200 juta hingga Rp300 juta. Atas dasar itu, pihaknya akan mengklaim biaya kerusakan kepada panitia pelaksana dan manajemen Persela Lamongan.
“Pelaksanaan perbaikan ini, nantinya dari pihak sana semua dan mereka sudah komitmen tadi malam usai pertandingan,” bebernya.
Ia berharap, perbaikan fasilitas rusak di TSC ini segera diperbaiki, sebab daftar sewa di TSC lumayan banyak, bahkan malam ini ada jadwal pertandingan sepak bola di Stadion.
“Ke depan kita berharap agar skrining dan filter keamanan terhadap suporter lebih diperketat sebelum masuk stadion, seperti miras, sajam dan flare atau sejenisnya dilarang,” tegas Emawan.
Dan pihaknya selaku pengelola dan penanggung jawab TSC berharap jika nantinya digunakan lagi pada laga Liga 3 atau Liga 2 agar manajemen tim Persela Lamongan memberikan edukasi yang baik kepada para suporter.
“Harapannya agar kejadian seperti ini tidak terulang kembali,” pungkasnya. [ayu/ian]






