Malang (beritajatim.com) – Universitas Negeri Malang (UM) kembali mencatatkan sejarah dengan mengukuhkan empat guru besar baru pada Kamis (21/11/2024).
Prosesi pengukuhan yang berlangsung khidmat di Aula GKB A19 lantai 9 ini menjadi momen penting bagi UM dalam memperkuat kontribusinya di dunia pendidikan dan penelitian.
Keempat guru besar yang dikukuhkan berasal dari bidang keilmuan yang beragam, namun memiliki kesamaan visi untuk memberikan solusi atas tantangan bangsa. Prof. Dr. Sapto Adi, M.Kes., dikukuhkan sebagai Guru Besar Bidang Manajemen Kebugaran Jasmani.
Dalam pidatonya yang bertajuk Pendekatan Holistik dalam Manajemen Kebugaran Jasmani: Integrasi Nutrisi, Aktivitas Fisik, dan Mental.
Prof Sapto mengangkat isu rendahnya tingkat kebugaran jasmani di Indonesia. Berdasarkan data Sport Development Index 2023, hanya 5,04% pemuda usia 16–30 tahun yang memiliki kebugaran fisik yang baik. Prof. Sapto mengingatkan bahwa kebugaran jasmani adalah modal utama untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
“Kebugaran jasmani adalah modal utama dalam membangun sumber daya manusia berkualitas. Kita memerlukan pendekatan holistik yang mengintegrasikan nutrisi, olahraga, dan kesehatan mental,” jelasnya.
Prof. Sapto menjelaskan bahwa pendekatan holistik sangat diperlukan untuk memperbaiki kondisi ini. Nutrisi yang tepat, aktivitas fisik teratur, dan kesehatan mental yang terjaga harus dikelola secara sinergis agar mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Prof. Sapto juga memberikan rekomendasi praktis untuk meningkatkan kebugaran masyarakat. Ia menyarankan agar institusi pendidikan mengintegrasikan program edukasi nutrisi dan kesehatan mental ke dalam kurikulum.
Di tingkat komunitas, kegiatan seperti senam bersama dan edukasi nutrisi dapat menjadi solusi untuk mendorong kesadaran masyarakat. “Pendekatan ini terbukti tidak hanya meningkatkan kesehatan fisik, tetapi juga memperbaiki kualitas mental dan produktivitas masyarakat,” tambahnya.
Dalam bidang olahraga profesional, pendekatan ini dianggap mampu membantu atlet mencapai performa maksimal tanpa mengabaikan keseimbangan fisik dan mental mereka.
Selain Prof Sapto, tiga guru besar lainnya, yaitu pertama Prof. Dr. Titi Mutiara Kiranawati, M.P., dikukuhkan sebagai Guru Besar Bidang Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian. Prof Titi membahas pidato pengukuhan bertajuk Potensi Kelor Sebagai Pangan Fungsional Peningkat Produktivitas Air Susu.
Dalam pidatonya, Prof. Titi mengangkat pentingnya pemanfaatan kelor sebagai pangan lokal dengan manfaat kesehatan yang signifikan, khususnya untuk mendukung ibu menyusui.
Sementara itu, Prof. Dr. Yoto, S.T., M.Pd., menjadi Guru Besar Bidang Pendidikan Teknologi dan Kejuruan dengan pidato bertema Partisipasi Industri dalam Meningkatkan Kualitas Lulusan SMK Bidang Teknologi Manufaktur dan Rekayasa Mesin untuk Menghadapi Persaingan Tenaga Kerja Global.
Ia menyoroti pentingnya keterlibatan industri dalam pendidikan vokasional, khususnya dalam menghadapi tantangan globalisasi dan persaingan tenaga kerja internasional.
Di bidang pengembangan tenaga kerja konstruksi bangunan, Prof. Dr. Isnandar, M.T., menyampaikan pidato pengukuhan yang berjudul Pengembangan Tenaga Kerja Konstruksi Bangunan. Pidatonya menekankan kebutuhan mendesak untuk mencetak tenaga kerja konstruksi yang handal dan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi di sektor ini.
Keempat guru besar ini diharapkan dapat memberikan kontribusi besar dalam memecahkan masalah-masalah nasional, seperti peningkatan kebugaran masyarakat, pengembangan tenaga kerja, dan penguatan pendidikan vokasional. (dan/ted)






