Malang (beritajatim.com) – Jelang karnaval memperingati Hari Jadi Desa Harjokuncaran, Kecamatan Sumbermanjing Wetan (Sumawe) Kabupaten Malang, Sabtu (19/10/2024) mendatang bakal diikuti 32 kelompok atau sekitar 4000 peserta.
Beberapa anggaran yang bakal disiapkan seluruh peserta? Ternyata di atas Rp 1 Milyar lebih. Pawai karnaval nantinya bakal menampilkan keragaman budaya dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Emas Desa Harjokuncaran yang ke-50 tahun.
Kepala Desa Harjokuncaran Arief Sujono menjelaskan, untuk alokasi dana dalam giat karnaval nanti bisa mencapai sekitar Rp1 miliar.
“Untuk setiap peserta alokasikan dana sebesar Rp30 juta, bahkan bisa lebih. Kalau jumlah itu dikalikan 32 peserta saja, berarti biaya yang dikeluarkan hampir mencapai Rp1 miliar,” ungkap Arif, Senin (14/10/2024) siang.
Menurut Arif, Desa Harjokuncaran berpenduduk lebih dari 11 ribu jiwa. Besarnya dana dalam karnaval nanti, selain untuk ongkos sewa kostum juga Sound System. Karena bagi warga Harjokuncaran, dengan mendatangkan sound system yang bagus hingga dari luar Kabupaten Malang, akan memberi nuasa baru dalam memeriahkan peringatan HUT emas Desa Harjokuncaran yang ke-50 nanti.
“Dalam giat karnaval nanti, kami menghimbau kepada seluruh peserta untuk mengedepankan tontonan yang mempunyai nilai positif, baik dari budaya maupun teknologi, harus Arif dan menjunjung nilai nilai kebudayaan bangsa,” tegasnya.
Hal yang tak kalah penting, sambung Arief, sesuai hasil kesepakatan bersama jajaran panitia pelaksana dan Pemerintah Desa Harjokuncaran, karnaval nanti tidak harus berakhir hingga pagi hari.
“Untuk berakhirnya giat karnaval di Desa Harjokuncaran nanti, kami tidak ingin seperti di tempat lain hingga pukul 07.00 dan 08.00 pagi baru selesai. Sesuai kesepakatan bersama panitia, kami berharap karnaval nanti berakhir di kisaran pukul 03.00 atau pukul 04.00 pagi dinihari,” pungkas Arief. (yog/ian)







10 Komentar
Dana milyaran hanya untuk biaya karnaval, dah begitu makmurnya kah penduduk desanya?? Trs sumber dananya dr mna??
Murni dari peserta…
Tidak memakai dana desa
Alhamdulillah penduduk nya mayoritas
Petani tebu kopi cengkeh
Yang butuh hiburan satu tahun sekali..
Duit 1M nilep uang dari blok medan
Asal warganya tidak diminta iuran, kecuali sukarela, dan tanpa sound horeg. Soundsystem dg kekuatan suara maksimal 70 db saja yg tidak membahayakan warga sekitar
Asal warganya tidak diminta iuran, kecuali sukarela, dan tanpa sound horeg. Soundsystem dg kekuatan suara maksimal 70 db saja yg tidak membahayakan warga sekitar
Lah trs kenapa emang, orang kota sok yes, jancok
Saya tabetul soal desa harjokuncaran mema petaninya tebu kopi cengkeh.tapi baru kali ini ada karnaval besar.ya sekali kali.untuk HUT kemerdekaan karena saya tau saya dulu penduduk Mulyosari tapi sekarang ada di babat Lamongan bolo.. mksh assalam mualaikum..sukses ya bolo.
Saya keluarganya pak jumaen Mulyosari bolo saya sanodi.sekarang ada di babat Lamongan semoga rencana mau ada karnaval di harjokuncaran semoga sukses dulor biar menghabiskan anggaran berapapun buat HUT RI gak masalah yang penteng HEPI.ok.semoga sukses bolo malang selatan ..ok.
Di gampingan pagak karnafal sound terbesar sampai 26subwofer sayangnya th ini gak boleh
Lah trs kenapa emang, orang kota sok yes, jancok