Surabaya (beritajatim.com) – Bawaslu Kota Surabaya mengingatkan Aparatur Sipil Negara atau ASN menjaga netralitas. Menjelang masa kampanye pemilihan walikota (Pilwalkot) Surabaya pada 25 September 2024.
Koordinator Divisi (Kordiv) Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat Bawaslu Surabaya, Syafiudin menyebut netralitas ASN jadi potensi kerawanan di Pilwalkot Surabaya. Apalagi tahun ini Surabaya hanya memiliki satu pasangan calon tunggal.
“Karena kali ini calon tunggal, ya tentu kita bicara tentang paslon tunggal dan incumbent. Netralitas seluruh pihak di Surabaya harus kita imbau sedini mungkin,” jelas Syafiudin, Kamis (18/9/2024) hari ini.
Syafiudin mengatakan bahwa dalam waktu dekat ini akan ada sosialisasi untuk para ASN, pegawai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Yang berfungsi untuk memastikan netralitas mereka di Pilwalkot.
“Nanti akan ada acara netralitas ASN, BUMD. Kita undang untuk menyampaikan; bahwa ketika tidak netral ada potensi menegur mereka. Serta sudah kita sampaikan supaya menahan diri semuanya,” ungkapnya.
Dia juga menegaskan, pada saat masa kempanye tiba tidak boleh ada pemanfaatan fasilitas negara. Baik itu terselubung melalui ASN ataupun paslon tunggal.
“Kita sampaikan agar mereka tidak menggunakan fasilitas negara, dan [Bawaslu] kita telah bersurat pada tanggal 10 September lalu,” papar Syafiudin.
Kemudian, lanjut Syafiudin, Pengawas Kelurahan atau Desa [PKD] nanti akan bersiaga mengawasi potensi pelanggaran itu. Kata dia, jika ditemukan pelanggaran Bawaslu tak segan memberi sanksi.
“Di digital kita punya tim cyber. Dan di kampanye terjadwal kita juga punya panwas. Sedang sanksi pelanggaran nanti, akan dikembalikan ke internal instansi. Kami menjustifikasi yang bersangkutan melanggar,” tandasnya. [kun]






