Surabaya (beritajatim.com) – Banjir menjadi masalah klasik yang sering melanda perkotaan. Namun, seiring perkembangan teknologi, sistem drainase kini tidak hanya berfungsi sebagai saluran pembuangan air hujan.
Sistem yang terintegrasi, seperti kolam retensi dan pompa air, kini dirancang untuk lebih efisien dan bahkan dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi alternatif.
“Pengelolaan air yang baik melalui sistem drainase yang tepat dapat mengoptimalkan penggunaan sumber daya air,” tegas Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPRKPCK) Provinsi Jawa Timur, I Nyoman Gunadi, ST.MT. Beliau menambahkan bahwa sistem drainase yang efisien dapat meminimalisir kehilangan air dan meningkatkan produktivitas, terutama dalam sektor energi seperti Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA).
Perubahan iklim yang semakin ekstrem, ditandai dengan peningkatan frekuensi dan intensitas hujan, menjadi tantangan tersendiri. Namun, di sisi lain, fenomena ini juga membuka peluang untuk mengembangkan sumber energi terbarukan.
Air hujan yang tertampung dalam sistem drainase dapat dimanfaatkan untuk menggerakkan turbin dan menghasilkan listrik.
“Pemanasan global menyebabkan perubahan iklim yang signifikan,” jelas Nyoman Gunadi. “Dampaknya tidak hanya pada iklim, tetapi juga pada ketersediaan air bersih dan energi.”
Indonesia memiliki potensi energi air yang sangat besar, terutama dari sungai-sungai besar yang mengalir di berbagai pulau. Namun, hingga saat ini, pemanfaatannya masih belum optimal. Pemerintah terus berupaya untuk meningkatkan target penggunaan energi terbarukan, termasuk energi hidro.
“Sektor industri energi dan transportasi menjadi penyumbang terbesar emisi karbon,” ungkap Nyoman Gunadi.
“Dengan mengembangkan energi terbarukan seperti tenaga air, kita dapat mengurangi emisi gas rumah kaca dan mengatasi masalah perubahan iklim,” tutup dia. [tok/beq]






