Pasuruan (beritajatim.com) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Pasuruan tegaskan bahwa pada pemilihan kepala daerah nanti yang akan digelar pada November 2024 akan terdapat beberapa perubahan. Diantaranya yakni jumlah tempat pemungutan suara (TPS) yang akan berkurang nantinya.
Hal ini mengaju pada PKPU yang membedakan antara pemilu pada Februari dan Pilkada pada November nanti. Pada Pemilu lalu jumlah TPS di Kota Pasuruan berjumlah sebanyak 579 TPS dan nantinya akan menyusut sebesar 50 persen hingga nantinya hanya berkisar 278 TPS yang akan didirikan.
“Kami beracuan pada PKPU yang dimana pada masa pemilu kemarin setiap TPS maksimal pemilih ada 300, sementara itu untuk pilkada sendiri maksimal pemilih ada 600. Sehingga ini nantinya juga akan berpengaruh pada jumlah TPS yang ada di Kota Pasuruan yang menyusut sebanyak 50 persen,” jelas Royce Diana Sari, Senin (10/6/2024).
Tak hanya TPS yang berubah petugas pemutakhiran data pemilih (pantarlih) juga berubah yang pada pemilu hanya ada satu orang, pada pilkada nanti akan berubah menjadi dua orang setiap TPS. Penambahan ini dilakukan karena banyaknya pemilih di setiap TPS yang menjadi dua kali lipat.
Sementara itu pihaknya juga optimis partisipasi pemilih yang menyuarakan hak suaranya juga bisa melebihi target yang telah ditetapkan oleh KPU RI sebanyak 76 persen. Sehingga saat ini KPU Kota Pasuruan terus menggenjot adanya sosialisasi hingga bakti sosial kepada masyarakat.
Seperti yang dilakukan oleh KPU sebelumnya yang dimana telah melakukan sosialisasi dengan mengadakan panggung hiburan dan pemberian bantuan kepada linmas dan masyarakat difabel. Kedua individu ini dipilihnya karena sesuai dengan kriteria KPU Kota Pasuruan dalam penerimaan bakti sosial yang berupa sembako.
“Meskipun Linmas sendiri bukan dari bagian adhok kami dan merupakan bantuan dari pemerintah, tapi kami memberikan bakti sosial ini untuk mengapresiasi satuan linmas pada pemilu kemarin yang telah berjuang hingga akhir. Dan kami juga tidak menginginkan adanya kejadian seperti saat pemilu lalu,” tambahnya.
Sehingga Royce sendiri melakukan koordinasi dengan pihak kelurahan hingga kecamatan untuk memilihkan anggota linmas dengan usia maksimal 55 tahun. (ada/ted)






